Aborigin Berasal dari Afrika
Kamis, 10 Mei 2007 | 02:42 WIB
TEMPO Interaktif, SYDNEY:
Teori evolusi itu menganggap semua manusia modern adalah keturunan dari satu grup tunggal Homo sapiens, yang meninggalkan Afrika sekitar 2.000 generasi sebelumnya. Sampai saat ini, kendala utama yang menghalangi teori ini adalah ketidakcocokan besar antara sisa-sisa kerangka dan perkakas suku Aborigin dan orang yang tinggal di sepanjang jalan pesisir, rute melintasi Asia yang digunakan oleh para pendatang terdahulu.
Beberapa pakar mengatakan perbedaan itu menunjukkan kemungkinan orang Aborigin Australia telah berasimilasi dengan orang Jawa atau Homo erectus. Situs Cambridge University menyebutkan kemungkinan kedua, suku berkulit hitam dan berambut keriting itu adalah keturunan gelombang migrasi kedua dari Afrika.
Namun, hasil analisis yang dilakukan peneliti Cambridge dan Anglia Ruskin University terhadap hampir 700 sampel DNA suku Aborigin dan orang Melanesia dari Papua Nugini tidak memperlihatkan adanya bukti warisan genetik dari Homo erectus. Peneliti Cambridge, Toomas Kivisild, mengatakan studi yang dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences pekan ini mengindikasikan orang Aborigin dan Melanesia memiliki nenek moyang yang sama sebagai manusia modern berbeda.
Dia mengatakan Australia dan Papua Nugini tergabung dengan daratan Eurasia oleh sepotong daratan sempit, yang menjadi jembatan migrasi dari Afrika pada saat itu. Daratan sempit itu kemudian hilang dan membuat populasi itu berkembang dalam isolasi. "Bukti ini menunjukkan adanya isolasi setelah kedatangan pertama, yang berarti setiap perkembangan bentuk kerangka dan peralatan yang digunakan tidak dipengaruhi oleh sumber dari luar," kata Kivisild.
AFP




Komentar Anda :