Kura-kura Langka Kamboja Ditemukan Lagi

Jum'at, 18 Mei 2007 | 00:26 WIB

TEMPO Interaktif, Phnom Penh:

Salah satu jenis kura-kura terbesar di dunia yang selama ini dianggap punah, ditemukan di Sungai Mekong, Kamboja. Ahli konservasi di sana menemukan seekor kura-kura Cantor betina seberat 11 kilogram dan tempat bertelurnya.

Cantor betina itu ditemukan saat para ahli dari Conservation International (CI) dan WWF, yang dibantu ahli alam liar Kamboja, melakukan survei di sungai itu pada Maret lalu.

"Sebelumnya kami berpikir kura-kura itu sudah punah, tapi menemukannya di Mekong membuat kawasan itu menjadi situs yang amat penting untuk menyelamatkan spesies ini,” kata ahli biologi dari CI, David Emmett.

Telur-telur sang Cantor telah ditetaskan. Tukik telah dilepaskan ke alam liar pada awal bulan ini, bersamaan dengan kura-kura muda yang lain.

Cantor adalah kura-kura bercangkang lunak. Spesies ini bisa tumbuh sampai mencapai dua meter panjangnya dan beratnya 50 kilogram. Cantor ditemukan terakhir lima tahun lalu di negeri itu.

Leher Cantor bisa memanjang dan gigitannya amat bertenaga, sanggup menghancurkan tulang. “Serangannya paling cepat dibandingkan dengan satwa lain, termasuk ular kobra,” kata Emmett. Kura-kura ini pun lebih banyak menenggelamkan diri di dalam pasir, dengan hanya bagian mata dan hidung yang terlihat.

Para ahli konservasi itu berencana melestarikan kura-kura itu dengan mempekerjakan masyarakat lokal untuk berpatroli di kawasan pantai. Mereka berharap langkah itu bisa mencegah meluasnya penangkapan liar terhadap kura-kura yang terbilang sebagai menu makanan mahal di Vietnam itu.

BBC | AP

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: