Minyak Cemari Kepulauan Seribu
Selasa, 12 Juni 2007 | 00:36 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Tumpahan minyak mencemari perairan dan pulau-pulau di Kepulauan Seribu kemarin. Pencemaran itu meliputi Pulau Kotok Besar, 20 mil di utara Ancol, Jakarta Utara, sampai ke Pulau Harapan, 10 mil di timur laut Pulau Kotok.
Gumpalan minyak mengotori pantai-pantai kawasan wisata maupun permukiman di 20 pulau di kawasan tersebut. Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu, Sumarto, mengatakan tumpahan minyak terlihat di Pulau Kotok sejak Minggu pukul 10.00 WIB.
Tapi saat Tempo menyambangi pulau itu kemarin, pantainya sudah relatif bersih meski masih terlihat gumpalan minyak di beberapa tempat. “Minyak sudah diseret arus atau diserap pasir di pantai,” kata Sumarto di Kepulauan Seribu kemarin.
Sumarto mengatakan tumpahan kali ini memang tak sebesar tahun 2003. Saat itu ada 78 pulau dari total 110 pulau di Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu, yang tercemar.
Namun tren pencemaran tampaknya tak juga menurun saban tahun. Kini, kata Sumarto, perairan itu tercemar tumpahan minyak lima kali per tahun. Ironisnya, sampai sekarang masih belum ada satu pihak pun yang dijerat hukum akibat pencemaran tersebut, termasuk kasus tahun 2003.
Sumarto mengatakan pencemaran minyak bisa disebabkan tumpahan minyak dari kapal tanker atau penambangan lepas pantai. Namun mengingat perairan tersebut relatif berombak kecil, maka kecil kemungkinan berasal dari kapal tanker. Lalu siapa? “Biar penyelidikan nanti yang menjawab,” katanya
DEDDY SINAGA
Topik :




Komentar Anda :