Dosen UGM Raih Penghargaan

Rabu, 11 Juli 2007 | 09:59 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Nunung Yuniarti, peneliti dan dosen dari Fakultas Farmasi Universitas Gajah Mada memenangkan penghargaan Henk Timmerman Award di Jakarta kemarin. Penelitiannya pada kunyit (cucurmin) sintesis yang menghasilkan senyawa baru dan dipatenkan, membuatnya diganjar hadiah US$ 1.000.

Penghargaan dan hadiah diserahkan bersamaan dengan penyelenggaraan seminar internasional farmakokimia di gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Pembicara kunci adalah Timmerman sendiri, seorang profesor fkimia farmasi dari Universitas Vrije di Amsterdam, Belanda.

Nunung mengatakan uang hasil kemenangan itu akan dipakainya untuk melanjutkan penelitiannya. Menurutnya, masih banyak hal yang harus diteliti dari kunyit sintesis itu selain menghasilkan senyawa baru yang ternyata anti terhadap rematik.

Selama ini, kata Nunung, kunyit dikenal sebagai tanaman obat yang mengandung antiradang, analgesik alias pengurang rasa sakit, dan antioksidan. "Ternyata tanaman itu juga berkhasiat sebagai antirematik," katanya.

Kepala LIPI Profesor Dr Umar Anggara Janie mengatakan, hadiah itu disponsori sendiri oleh Timmerman. "Tahun lalu dia mengatakan kepada saya bahwa dia ingin menginvestasikan uangnya sebagai penghargaan bagi ilmuwan muda yang melakukan riset terbaik dalam bidang obat-obatan," ujarnya.

Penghargaan itu akan diberikan saban dua tahun. Tahun ini, selain Nunung, ada tujuh peneliti lainnya yang mengajukan penelitian untuk meraih penghargaan.

Henk Timmerman adalah ahli kimia farmasi yang telah menerbitkan sekitar 500 makalah ilmiah di bidangnya. Di Indonesia, Timmerman banyak membantu penelitian farmasi di Universitas Gajah Mada sejak 1986. Bahkan, sejak 1992, dia menjadi pembimbing mahasiswa doktoral bidang kimia farmasi di Universitas Gajah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Hasanudin, dan Universitas Negeri Yogyakarta.

DEDDY SINAGA






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: