Suvenir dari Kotoran Panda

Selasa, 31 Juli 2007 | 19:23 WIB

TEMPO Interaktif, BEIJING:
Pejabat Chengdu Giant Panda Breeding Base menjamin suvenir dari kotoran binatang yang nyaris punah itu bebas bau dan tersedia dalam berbagai warna. Hal ini dilakukan karena 40 panda yang dipelihara di fasilitas penangkaran di Provinsi Sichuan itu mengeluarkan satu ton kotoran setiap harinya. "Biasanya kami menghabiskan sedikitnya Rp 7 juta per bulan untuk membuang kotoran itu, tapi kini mereka menguntungkan," kata Jing Shimin, asisten direktur fasilitas itu.
Produk suvenir itu akan dikerjakan sebuah perusahaan kerajinan tangan setempat. Proses khusus harus dilakukan untuk memilah bagian bambu yang tidak tecerna dari kotoran panda. "Kotoran itu dipilah secara hati-hati, digiling, dikeringkan, dan disterilisasi pada suhu 300 derajat Celsius," kata seorang pejabat Chengdu. "Baunya tidak terlalu buruk karena 70 persen kotorannya adalah sisa bambu yang tidak dapat dicerna panda."
Salah satu paket suvenir termahal adalah produk yang mengandung rambut binatang langka itu. Rambut panda ini dikumpulkan dari panda liar, yang tinggal 1.590 ekor hidup di alam, terutama di Sichuan dan Shaanxi. Khusus suvenir Olimpiade 2008, kotoran ini akan berbentuk boneka panda dalam berbagai cabang olahraga.
l AP

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :