Enzim Hemiselulase dari Surabaya
Rabu, 08 Agustus 2007 | 14:27 WIB
TEMPO Interaktif, SURABAYA: Dekan Fakultas MIPA Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih mengatakan, enzim itu mampu mempercepat masa tanam sehingga panen lebih cepat.
Beberapa petani di Kediri, Jawa Timur, sudah mencoba menggunakan enzim ini. Hasilnya, masa panen di lahan lebih cepat hingga lima hari. Enzim ini digunakan dalam proses pembuatan kompos padat dan cair “bio mix” milik petani. “Kami membantu mereka dengan memberikan enzim ini supaya proses pembuatan komposnya lebih singkat karena serat terurai lebih cepat,” kata Nyoman, Selasa lalu.
Kompos itu telah diuji pada tanaman padi, kacang panjang dan sejumlah tanaman lain. Hasilnya ternyata mampu mempercepat proses tanam dan panen.
Enzim ini juga digunakan untuk memperkaya gizi pakan ternak, jika pakan ternak pabrikan mahal atau sulit diperoleh. Limbah padi berupa jerami, misalnya, bisa diolah menjadi pakan ternak bernutrisi tinggi bila dicampur dengan enzim hemiselulase ini.
Bentuk enzim buatan Unair ini beragam bentuk, mulai cair sampai serbuk. Harga enzim serbuk lebih tinggi karena memerlukan proses pengeringan sebelum diubah menjadi bubuk. "Bentuk cair lebih mudah sehingga harga jualnya lebih murah,” kata Nyoman. “Namun, bentuk cair tidak tahan lama."
Sayangnya ada kendala dalam pemanfaatan teknologi ini. Harga enzim hingga kini relatif mahal, karena masih diimpor dari luar negeri. Proses produksi enzim juga tidak mudah, karena protein yang menjadi bahan dasar enzim ini mudah terkontaminasi.
Sunudyantoro
- Enjim
saya tertarik tentang enzim ini
kalau bisa minta kontak personnya
terima kasih-- Suryana, Bogor, 05/11/2008 10:11:02 wib




Komentar Anda (1) :