Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Japanese  
Mandarin  
Apa Itu RSS?
   

Kampung Terbelit Kemiskinan
Kamis, 09 Agustus 2007 | 10:09 WIB

TEMPO Interaktif, Magelang:

Desa Kanigoro terbentang di lereng Bukit Andong, bagian dari Gunung Merbabu yang sejuk. Ironisnya, di tengah pemandangan alam nan indah itu, masyarakat di desa itu kebanyakan masih hidup dalam kemiskinan dan lingkungan yang kurang sehat.

Ngadinah misalnya, saban hari hidup di rumah berdinding anyaman bambu dan berlantai tanah. Rumah seperti milik Ngadinah adalah potret umum warga desa.

Penduduk desa ini berjumlah 2.805 orang atau 980 kepala keluarga. Mayoritas warga mengkonsumsi nasi jagung dicampur sedikit beras.

Hampir semua warga tak memiliki sumur dan jamban. Ngadinah dan keluarganya harus menumpang buang hajat di rumah Yanto, kepala dusun Beran, tetangga sebelah rumahnya. Untuk tiap 10 hingga 15 kepala keluarga hanya tersedia satu fasilitas jamban dan tempat mandi.

"Warga di sini yang mempunyai kakus sendiri memang bisa dihitung dengan jari, jika dihitung jumlahnya hanya 10 persen dari kepala keluarga," kata Kepala Desa Kanigoro Gadang Rintoko.

Jamban pun bentuknya sederhana. Septik tank, alias tempat penampungan kotoran hanya berbentuk lubang tanah. Tempat jongkok berupa kayu atau papan yang melintang di atas lubang.

Sumur digantikan bak-bak penampungan air yang dibangun secara gotong royong dengan menampung semburan air dari mata air Wangi dan Ngetuk di kaki Bukit Andong. Lantaran dibangun bersama, warga dilarang mengalirkan air langsung ke rumah.

Sebagian warga memelihara ternak kambing dan sapi yang kandangnya terbuat dari anyaman bambu, berpadu dengan bangunan rumahnya. Alhasil, bau kotoran yang menyengat pun sampai ke dalam ruangan keluarga.

"Sanitasi kami memang buruk dan pola hidup sehat warga sangat kurang," kata Rintoko mengakui. Kondisi itu semakin memprihatinkan tatkala 33 warga desa terserang pengakit misterius. 10 di antaranya harus meregang nyawa.

Syaiful Amin (Magelang)

Dari Arsip Majalah TEMPO
Kaum Miskin Ketinggalan | 21 Maret 2005
Miskin di Abad XXI, Bersama IDA  | 01 Desember 1998
Selamatan Orok di Bantaran Kumuh  | 27 Oktober 1998
Sebuah Payung untuk Anak-Anak Terbuang  | 27 Oktober 1998
Bayi-Bayi Dijual: Krisis Ekonomi, Seks Bebas, atau Bisnis?  | 27 Oktober 1998
Mereka Mengais Hidup di Jalan  | 20 Oktober 1998
Nasi Gratis dari Tuhan  | 06 Oktober 1998
Makan Sampah di Hadapan Proklamator  | 06 Oktober 1998
Suara Protes dari Penjaringan  | 20 April 1999
Miskin tak Miskin, Tetap Pasrah  | 01 Pebruari 1999
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tim Indonesia Bangkit: Angka Kemiskinan 2007 Direkayasa
Kemiskinan Dinilai Pemicu Kematian Sekeluarga di Siak
Menteri Perumahan Temui Walikota Solo
Menteri: Kemiskinan Kurangi Rasa Nasionalisme
Pengentasan Kemiskinan Dinilai Tidak Berdayakan Masyarakat
Setengah Lebih Penduduk Majene Miskin
13.480 Jiwa Penduduk Mamuju Hidup Ala Kadarnya
Dana PNPM Untuk Setiap Kecamatan Jadi Rp 3 Miliar
Pemerintah Kucurkan Rp 7 Triliun untuk Desa
Puluhan Desa di Ponorogo Kategori Miskin
> selengkapnya...

Referensi

Keppres RI No. 152 Tahun 1999 Tentang Badan Kesejahteraan Sosial Nasional
Keppres RI No. 144 Tahun 1999 Tentang Dewan Ekonomi Nasional
Kepres RI No.20 Thn. 2002 Tentang Pembentukan Tim Sistem Jaminan Sosial Nasional

Website

Departemen Keuangan
Departemen Sosial

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk105225 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data