Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Japanese  
Mandarin  
Apa Itu RSS?
   

Hujan Meteor di Langit
Senin, 13 Agustus 2007 | 11:19 WIB

TEMPO Interaktif, California:

"Hujan" meteor Perseids kembali melanda bumi sejak akhir pekan sampai senin malam ini. Langit akan dipenuhi kelebatan meteor berukuran kecil, yang memancarkan cahaya lantaran terbakar saat bertubrukan dengan atmosfir bumi dalam kecepatan tinggi.

Ada yang menyebut fenomena tahunan ini sebagai hujan meteor. Tapi ada pula yang menyebutnya tembakan-tembakan bintang.

Namun para ahli astronomi sepakat bahwa "pertunjukan" tahun ini lebih khusus lantaran sedikitnya cahaya bulan yang dapat mengaburkan pemandangan di langit.

Perseids selalu terjadi pada pertengahan Agustus, namun terlihat selama beberapa hari. Pertunjukan akan terjadi di belahan langit sebelah timur laut di dekat konstelasi bintang Perseus. Pertunjukan meteor yang di beberapa bagian Eropa digambarkan sebagai "Air Mata Santo Lawrence" itu, dapat disaksikan tanpa teleskop.

Tahun ini, pengamatan yang paling optimal adalah pada hari kemarin malam dan dini hari ini, saat bulan tak terlihat di langit. "Bila beruntung, kita bisa menyaksikan lebih dari 100 meteor per jam pada Minggu malam dan senin pagi," kata Dr Robert Massey dari Masyarakat Astronomi Kerajaan Inggris.

Bagi yang penasaran namun tak sempat menyaksikannya, pada malam hari ini hujan meteor masih terlihat. Namun tentu saja tak sesemarak sebelumnya.

Meteor-meteor yang berkelebatan di langit berukuran tak lebih dari jari manusia dewasa. Mereka adalah fragmentasi dari "kotoran" yang ditinggalkan sebuah komet tua, Swift-Tuttle, yang orbit mendekati matahari pada masa tertentu.

Komet terbentuk sejak masa awal terbentuknya sistem tata surya, selama formasi matahari, bumi, dan planet lain. "Kotoran itu membeku di dalam chunk of cosmic ice selama 5 miliar tahun," kata Andrew Fraknoi, Kepala Program Astronomi di Foothill College di Los Altos Hills, California.

Pertunjukan langit tahun ini mendapat bonus tambahan, Planet Mars akan terlihat berwana merah terang di langit utara.

DEDDY SINAGA | SEATTLE TIMES | BBC


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Atlantis Meluncur ke Antariksa
Supernova Terlihat di Luar Angkasa.
Penerbangan Fisikawan Hawking Sukses
Ditemukan Planet Mirip Bumi
NASA Pantau Awan Misterius

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk105398 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

GELIAT SANG JAWARA
Boker Hidup Lagi!
Menteri Kesehatan Tolak Undangan Komnas HAM
Pembantai Itu Hanya Diam
Pengunjung Ragunan Mencapai 80 Ribu Orang

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data