Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Japanese  
Mandarin  
Apa Itu RSS?
   

Tak Semua Kecoa itu Jorok
Selasa, 14 Agustus 2007 | 16:33 WIB

TEMPO Interaktif, London:


Meski ada orang yang bisa memakan kecoa, seperti pernah ditayangkan sebuah stasiun televisi beberapa waktu lalu, tak banyak orang yang menyukai binatang bersayap berwarna coklat dan bersungut itu. Selain sebagai makhluk jorok, seberapa besar Anda mengetahui makhluk yang disebut juga Blattodea itu?

Para ilmuwan menemukan, kecoa tidak terbilang sebagai hama pengganggu rumah saja. Dari sekitar 4.500 spesies kecoa, hanya satu persen yang merupakan hama dalam kehidupan. Spesies lainnya adalah makhluk yang unik dan menarik.

Museum Sejarah Alam London, Inggris, awal bulan ini telah merilis database yang berisi serba-serbi mengenai kecoa. Misalnya, kecoa terberat sedunia adalah kecoa badak Australia yang beratnya mencapai 30 gram atau sama beratnya dengan seekor anak burung kicau.

Adapun kecoa yang paling ringan adalah Attaphila fungicola dari Amerika Utara yang panjangnya hanya 3 milimeter, sedikit lebih panjang dari semut merah, dan hidup di tempat yang sama dengan semut pemotong daun.

Kecoa dengan bentang sayap terbesar adalah Megaloblatta blaberoides dari Amerika Tengah dan Selatan. Bentang sayapnya lebih dari 185 milimeter. Adapun yang paling berisik adalah kecoa dari Madagaskar.

Database itu disusun oleh George Beccaloni, seorang pakar kecoa dari Museum tersebut. Dia mengelola data dari katalog 1.224 halaman yang disusun oleh Karlis Princis, dipublikasikan dalam delapan edisi antara 1862 dan 1971.

Menurut Beccaloni, kecoa adalah serangga yang ajaib. Selama ini kebanyakan orang memandang keliru binatang itu. Padahal, selain sebagai hama, kecoa adalah binatang yang bisa hidup beberapa hari setelah tubuhnya dibelah. Bagian kepala bahkan bisa bertahan hidup lebih lama dengan memakan lem.

Orang-orang pun tak paham, bahwa selain tampak sebagai makhluk jorok yang berkeliaran di lubang got, sampah, dan tempat kotor lainnya, kecoa pun bisa menggerogoti rumah Anda. Ya! Rayap, sang pengerek kayu ternyata adalah salah satu spesies kecoa.

LIVESIENCE


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Mahasiswa Asean Belajar Konservasi Satwa di Malang
Kaki Telanjang Penguin
Selamat Tinggal Oryx Oman
Harimau Cacat Tertangkap Kamera
CITES Naikkan Status Kukang
Antiteror itu Bernama Lumba-Lumba

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk105535 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data