Secuil Rompal yang Merepotkan

Selasa, 14 Agustus 2007 | 16:35 WIB

TEMPO Interaktif, Florida:

Tubuh Endeavour yang sedikit rompal itu telah membuat kru pesawat ulang-alik tersebut mendapat pekerjaan tambahan. Lubang rompal mesti diperbaiki bila tak mau mendapat risiko besar saat kembali ke bumi.

Pesawat Endeavour sukses meluncur ke ruang angkasa bersama tujuh krunya pada Rabu pekan lalu. Mereka ditugaskan membantu perbaikan Stasiun Antariksa Internasional di orbitnya. Dua hari kemudian pesawat itu pun tinggal landas di Stasiun.

Namun, tak lama kemudian, kru Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) di bumi melihat ada kejanggalan di tubuh Endeavour. Sebuah rompal seluas 7,6 sentimeter tampak menganga di perisai termal. Kulitnya tampak tercungkil dan terkelupas sedalam 1 inci sehingga sedikit menguak bingkai aluminium pesawat tersebut.

"Luka" itu terdeteksi pada Jumat lalu saat pesawat merapat ke Stasiun Antariksa Internasional. Kru NASA di bumi menyaksikan adanya kerusakan di tubuh luar Endeavour setelah mengamati 296 keping foto yang dikirimkan kru pesawat.

Kerusakan itu kian jelas setelah astronot Barbara Morgan dan Tracy Caldwell melakukan pengamatan dengan lengan robot sepanjang 31 meter, yang terhubung dengan kamera dan sensor laser. Mereka tetap mengarahkan kamera dan laser menyorot kerusakan itu.

Kerusakan itu terjadi di dekat lubang palka salah satu gir pendaratan utama, di bawah rangka aluminium sayap kanan. NASA masih menghitung risiko mengirim astronot ke luar untuk memperbaikinya. Keputusan akan diambil Senin waktu Florida atau keesokan harinya.

Adapun para teknisi NASA juga menghitung apakah kerusakan itu akan bertahan dari serangan panas atmosfer ketika perjalanan pulang. Sejumlah tes panas akan digelar pada kerusakan serupa itu.

"Kami sudah mempersiapkan hal-hal semacam ini sejak kasus Columbia," kata John Shannon, kepala manajemen misi itu. "Kami menghabiskan begitu banyak uang untuk program ini dan banyak waktu serta orang agar siap menangani kasus seperti ini."

Badan Endeavour akan berhadapan dengan panas lebih dari 2.300 derajat Fahrenheit pada saat memasuki atmosfer. Sebuah lubang, bila cukup besar dan dalam, bisa mengulang bencana Columbia, yang meledak di udara pada 2003.

Columbia meledak ketika gas atmosfer yang panas menembus lubang pada sayapnya. Panas itu menyebabkan bagian sayap meleleh dari dalam dan menghasilkan busa yang menghantam badan pesawat dan menyebabkan kecelakaan yang menewaskan seluruh krunya.

Busa jugalah yang diperkirakan menyebabkan "luka" di tubuh Endeavour. Busa yang berasal dari tangki bahan bakar itu diperkirakan menghantam tubuh pesawat saat meluncur.

Busa itu terlepas dari sebuah bracket tangki bahan bakar eksternal, 58 detik setelah peluncuran Rabu. Busa itu jatuh ke penopang tangki lalu melambung langsung ke badan Endeavour.

Bongkahan es diperkirakan telah terjadi di dekat bracket sebelum peluncuran. Busa lalu muncul lantaran guncangan pesawat saat peluncuran. Kemungkinan besar sejumlah es menyatu dengan busa sehingga menyebabkan partikel seukuran buah anggur melukai badan pesawat.

Bracket ini tak menyebabkan busa pada peluncuran-peluncuran sebelumnya. Endeavour sudah melakukan 19 penerbangan sejak 7 Mei 1992. NASA sendiri tengah merancang bracket dari titanium yang tak akan menyebabkan busa. Namun rencana itu belum akan diaplikasikan sebelum 2008.

Selain kerusakan yang besar di perisai termal, terdeteksi juga sejumlah luka-luka kecil lain di tubuh pesawat. Para insinyur NASA yakin serpihan busa, selain menghantam bagian bawah pesawat yang menyebabkan luka, menghantam bagian lainnya, setidaknya ada tiga titik. Tapi, menurut Shannon, ketiga titik kecil itu tak terlalu berbahaya.

Shannon belum mengetahui apakah persoalan busa itu akan menunda penerbangan berikutnya ke ruang angkasa pada Oktober mendatang. "Kami akan melakukan banyak diskusi sebelum memutuskan terbang pada saat berikutnya," katanya.

Pemeriksaan torehan itu telah menyita waktu para astronot. Pada Senin mestinya dua dari mereka akan keluar dan melakukan perjalanan ke luar pesawat yang kedua kalinya untuk mengganti gyroscope (penyeimbang) Stasiun Antariksa Internasional yang rusak.

Perjalanan pertama sudah dilakukan pada Sabtu pekan lalu oleh astronot Rick Mastracchio dari Amerika Serikat dan Dave Williams dari Kanada. Keduanya memasang balok penopang Starboard 5 seberat 1,58 ton ke segmen Starboard 4 di Stasiun Antariksa Internasional.

Pilot pesawat ulang-alik Charles Hobaugh memandu mereka dari stasiun dengan lengan robot yang memegang konstruksi berukuran 3,37 x 4,24 meter itu. Mereka juga mencabut sebuah radiator di penopang Port 6, yang akan dipindahkan dan dipasangkan ke penopang Starboard 5 pada misi yang akan datang. Keduanya berada di ruang angkasa selama 6 jam 17 menit.

Perjalanan ketiga akan dilakukan untuk memasang platform penyimpanan seberat 3,3 ton. Setiap perjalanan ke luar pesawat akan memakan waktu 6,5 jam. Kru Endeavour juga akan memindahkan modul SPACEHAB, yang berisi 2.000 kilogram kargo berisi suplai makanan dan perlengkapan bagi stasiun tersebut.

Endeavour telah masuk ke dok stasiun antariksa itu sejak Jumat pekan lalu. Awalnya pesawat itu akan pulang pada 17 Agustus. Namun, manajer misi telah mendapat izin memperpanjang kunjungan pada Minggu lalu. Maka pesawat itu akan memecahkan rekor berada selama 10 hari di sana.

Misi diperpanjang setelah tes pada tenaga sistem transfer terbang untuk Endeavour berhasil. Sistem itu mengambil tenaga dari stasiun dan menggunakannya untuk meluncurkan pesawat ulang-alik kembali ke bumi.

Adapun di stasiun itu masih ada dua kosmonot Rusia, yang melanjutkan perbaikan sistem komputer yang rusak selama kunjungan pesawat Atlantis pada Juni lalu. Terjadi kondensasi di belakang panel unit penyejuk udara, tempat komputer tersebut berada.

DEDDY SINAGA | NASA | AP | AFP | FLORIDA TODAY | BBC | WIKIPEDIA

TOPIK






Komentar Anda

Kirim