Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Japanese  
Mandarin  
Apa Itu RSS?
   

Bila Tupai Memanaskan Buntut
Rabu, 15 Agustus 2007 | 17:12 WIB

TEMPO Interaktif, California:

Tupai memiliki cara yang unik untuk mengusir salah satu predatornya, ular derik (Rattlesnake). Sang tupai mengombakkan dan memanaskan ekornya.

Ekor tupai yang berbulu banyak itu pun membuat tupai terlihat lebih besar dan mengancam. Sama dengan kucing yang menegakkan bulu tengkuknya saat dalam keadaan terancam.

Tindakan itu dilakukan lebih hebat lagi pada saat hari gelap. Pasalnya, mata sang ular berbisa itu agak rabun. Namun, sang ular dapat merasakan panas maupun radiasi sinar inframerah pada keadaan kurang cahaya.

Tindakan pertahanan yang unik ini berhasil diungkap ahli biologi dari Universitas California, Amerika Serikat, Aaron Rundus. Penelitiannya dimuat dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences edisi Senin lalu.

Menurut Rundus, aksi pertahanan diri dengan mengirimkan sinyal panas lewat buntut itu sebetulnya adalah sistem yang lazim pada tubuh seekor tupai. Buntut bagi tupai adalah salah satu organ yang penting untuk mengatur temperatur tubuhnya.

"Mereka membuang panas untuk mendinginkan temperatur dengan cara meningkatkan aliran darah lewat buntut," kata Rundus. Bila ingin menghangatkan tubuh, tupai lantas mengurangi aliran darah. "Jadi ada sistem yang mereka manipulasi seakan-akan ekor mengirimkan sinyal panas."

Untuk membuktikannya, Rundus mempertemukan seekor tupai tanah California (Spermophilus beecheyi) dan musuhnya di laboratorium. Tupai dipertemukan dengan ular derik dari Pasifik Utara (Crotalus oreganus) dan ular gopher dari Pasifik (Pituophis melanoleucus).

Saat berhadapan dengan kedua predator itu, tupai mengombakkan buntutnya. Khusus untuk ular derik, si tupai mengirimkan sinyal panas dengan cara meningkatkan aliran darah yang tertangkap oleh kamera.

Namun, saat berhadapan dengan ular gopher, buntut si tupai rupanya tetap dingin-dingin saja. Rupanya, si gopher bukanlah ular yang bisa merasakan sensasi panas seperti ular derik. Cukup dengan buntut berombak, ular gopher bisa merasa bahwa si tupai bukan lawan sembarangan. "Ini adalah sistem komunikasi yang tersembunyi," kata Rundus.

Untuk kian menguatkan penelitian tersebut, Rundus dan timnya membuat robot tupai dan mempertemukannya dengan ular derik betulan. Sebagaimana tupai betulan, si robot juga bisa memancarkan panas lewat buntutnya.

Ternyata dampaknya sama saja. Sang ular tampak waspada saat tupai robot mulai memancarkan panas. Rencananya, Rundus akan meningkatkan kemampuan robot tupai itu agar bisa diuji coba di alam liar demi mempelajari lebih dalam perilaku tupai.

DEDDY | LIVESCIENCE


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tak Semua Kecoa itu Jorok
Mahasiswa Asean Belajar Konservasi Satwa di Malang
Kaki Telanjang Penguin
Selamat Tinggal Oryx Oman
Harimau Cacat Tertangkap Kamera
CITES Naikkan Status Kukang
Antiteror itu Bernama Lumba-Lumba

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk105648 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

GELIAT SANG JAWARA
Boker Hidup Lagi!
Menteri Kesehatan Tolak Undangan Komnas HAM
Pembantai Itu Hanya Diam
Pengunjung Ragunan Mencapai 80 Ribu Orang

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data