Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Japanese  
Mandarin  
Apa Itu RSS?
   

Gasifikasi Batubara Dari Masa ke Masa
Rabu, 15 Agustus 2007 | 20:17 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pada dasarnya, gas ini dihasilkan dari gasifikasi batu bara, yaitu proses mengubah batu bara secara keseluruhan atau sebagian menjadi gas yang mudah terbakar. Setelah proses pemurnian, gas yang dihasilkan, seperti karbon monoksida, karbon dioksida, hidrogen, metana, dan nitrogen, bisa digunakan sebagai bahan bakar atau bahan mentah bagi industri kimia atau pupuk.
Batu bara bisa diubah menjadi gas dalam beberapa cara. Metode termudah, dan pertama kali digunakan, adalah memanaskan batu bara dalam sebuah tabung tanpa udara. Proses ini hanya mengubah sebagian dari batu bara menjadi gas dan residu kokas. William Murdock, insinyur Skotlandia, memakai teknik ini dalam komersialisasi gas batu bara pada 1792.
Teknik untuk mengubah batu bara menjadi gas secara keseluruhan bisa dilakukan dengan mereaksikan batu bara, udara, dan uap dalam sebuah tabung vertikal. Gas yang dihasilkan disebut gas producer, yang memiliki kandungan termal relatif rendah. Pada 1873, pengembangan proses perputaran uap-udara memungkinkan produksi gas dengan kandungan panas lebih tinggi (gas air).
Sejak 1940, proses ini dikembangkan untuk memproduksi gas yang setara dengan gas air, menggunakan uap dan oksigen murni sebagai reaktan. Proses gasifikasi batu bara selanjutnya adalah memadukan batu bara, oksigen murni, dan uap dengan tekanan tinggi untuk menghasilkan gas yang bisa diubah menjadi gas alam sintetis.
Proses modern yang paling umum digunakan adalah memasukkan batu bara dalam tabung vertikal. Batu bara diproses pada bagian atas tabung bersama udara sedangkan uap dimasukkan di bagian bawah. Gas, udara, dan uap naik ke atas tabung dan memanaskan batu bara dan bereaksi menghasilkan gas. Abunya dipisahkan di bagian dasar tabung.
Dua proses lain yang biasa digunakan secara komersial adalah mereaksikan serbuk batu bara dengan uap dan oksigen. Proses Winkler mengaduk serbuk batu bara dengan gas reaktan. Proses Koppers-Totzek bekerja pada temperatur yang lebih tinggi. Kedua proses ini dipakai untuk memproduksi gas bahan bakar serta pembangkit gas pembuat pupuk dan bahan kimia.

tjandra | popularmechanics | heritageresearch | zetatalk


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk105665 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data