Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Japanese  
Mandarin  
Apa Itu RSS?
   

Luas Es Arktik Capai Rekor Terendah
Sabtu, 18 Agustus 2007 | 09:19 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pusat Data Es dan Salju Nasional di Amerika Serikat melaporkan, permukaan es di Lautan Arktik di Kutub Utara terus mencair dan telah mencapai rekor terendahnya. Padahal, musim melelehnya es di Arktik masih akan berlangsung sebulan lagi.

Pelelehan es ini berlangsung lebih cepat dari prediksi model iklim oleh komputer. "Ini hari bersejarah," kata periset senior Pusat Data Es dan Salju Nasional AS, Mark Serreze, Jumat waktu setempat.

Pengukuran melalui satelit menunjukkan luas lautan es tinggal 2,02 juta mil persegi atau setara 5,23 juta kilometer persegi. Rekor terendah sebelumnya tercatat pada 21 September 2005, saat Arktik mencair hingga lautan es menyempit ke 2,05 juta mil persegi, atau setara 5,3 juta kilometer persegi.

Area dengan es terendah adalah di sisi Siberia Timur dan Laut Beaufort di utara Alaska. Es di Semenanjung Kanada juga terpantau tipis. Pusat Data yang terletak di Colorado itu juga melaporkan penipisan es terjadi di sisi Atlantik Lautan Arktik. Pusat Data ini memantau luas es di Lautan Arktik sejak 1970-an melalui penginderaan satelit.

Sepanjang Juni dan Juli, langit di atas Arktik hampir selalu cerah. Akibatnya, paparan sinar matahari meningkat dan mempercepat proses melelehnya es. Angin kencang juga membawa udara hangat dari selatan ke area ini. Tapi, "Kami tak bisa begitu saja menjelaskan segalanya (terkait melelehnya es) dengan proses alami," kata Serreze. "Ini bukti sangat kuat bahwa kita mulai melihat sebuah efek rumah kaca," dia menambahkan.

Kata Serreze, beberapa tahun lalu dia akan memperkirakan es Laut Arktik, pada musim panas, bisa meleleh total pada tahun 2070 hingga 2100. Namun dengan kadar percepatan meleleh terkini, prediksi itu bisa maju ke tahun 2030.

Es di Lautan Arktik biasa meleleh pada musim panas. Pada musim dingin, es kembali terbentuk. Es di sana membantu daerah itu tetap dingin dengan memantulkan 80 persen cahaya matahari. Permukaan tanah dan laut, yang lebih gelap, menyerap panas matahari hingga 90 persen.

IBNU | AP


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk105830 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data