Gerhana Bulan Terakhir Tahun Ini

Minggu, 19 Agustus 2007 | 11:40 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Masyarakat yang berada di lingkup Waktu Indonesia Barat jangan kaget jika Selasa, 28 Agustus nanti, bulan purnama yang terbit dari timur akan berwarna kemerahan berbarengan dengan turunnya matahari di sebelah barat. “Bulan terlihat lebih gelap dan kemerah-merahan, memang jarang-jarang kita melihat (bulan) seperti itu,” kata Kepala Observatorium Boscha Taufik Hidayat pada Tempo, Jumat (17/8).

Menurutnya, fenomena itu terjadi akibat gerhana bulan total, terjadi ketika bayang-bayang umbra (lingkaran paling gelap yang terjadi akibat cahaya matahari terhalang bumi) jatuh di permukaan bulan.

Pada gerhana bulan 28 Agustus nanti, jelasnya, cahaya bulan yang terbit akan berwarna suram kemerah-merahan saat puncak gerhananya, dan pelan-pelan warna bulan saat purnama akan kembali putih cemerlang. Warna bulan yang kemerahan itu terjadi akibat cahaya yang menimpa bulan berasal dari cahaya matahari yang dibiaskan oleh atmosfer bumi.

Proses gerhana sendiri akan dimulai pukul 14.53 WIB, saat itu permukaan bulan mulai menyentuh lingkaran bayang-bayang umbra. Bulan akan mulai berubah suram dan pelan-pelan menjadi kemerahan mulai 16.52 WIB, yakni seluruh permukaan bulan masuk dalam bayang-bayang umbra. Puncaknya, warna bulan menjadi sangat kemerahan terjadi pukul 17.37 WIB. Warna bulan yang suram dan kemerahan itu akan bertahan sekitar setengah jam, yakni sampai pukul 18.22 WIB.

Menurut Taufik, sayangnya di Indonesia bagian barat, bulan purnama baru terbit pukul 17.51 WIB. “Kita (di Indonesia bagian barat) sudah kelewatan gerhana maksimumnya,” katanya. Yang bisa disaksikan, jelasnya, bulan yang muncul sesaat setelah matahari tenggelam langsung berwarna kemerah-merahan, sebelum pelan-pelan kembali memantulkan cahaya putih.

Ahmad fikri

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :