Diusulkan Pemakaian Kembali Aksara Bima

Senin, 20 Agustus 2007 | 14:26 WIB

TEMPO Interaktif, Mataram:

Tokoh masyarakat Bima bermaksud menghidupkan kembali penggunaan aksara Bima dalam bahasa tradisional Bima, Nggahi Mbojo. Sang tokoh, Siti Maryam Rachmad, 80 tahun, bermaksud mengusulkan rencana itu kepada pemerintah.

Siti adalah putri Sultan Salahudin Bima, bekas Sultan Bima. Siti mengatakan rencana itu telah dibahasnya dengan ahli bahasa Bugis asal Belanda, Dr Nurden, yang menemuinya di Mataram pada 1990. Sang ahli, menurut Siti, menemukan aksara tersebut pada sebuah buku karangan peneliti Belanda bernama Solenger.

Siti mengatakan aksara itu sedang ditata kembali agar dapat dipergunakan dalam bahasa Bima. "Literaturnya sudah saya simpan di Museum Samparaja di Kota Bima," katanya kepada Tempo seusai acara peringatan kemerdekaan Indonesia di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat lalu.

Aksara Bima menghilang dari penggunaan sehari-hari masyarakat setelah dikenalnya huruf Arab pada zaman penyebaran Islam di Bima. Bentuknya seperti aksara Makassar, tapi tidak sama. Jumlahnya lebih dari 20 huruf. Namun, menurut Siti, masih ada empat huruf pengganti X, Y, dan Z yang belum ditemukan.

SUPRIYANTO KHAFID

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :