Pelepasan Enam Lutung Jawa ke Hyang

Selasa, 28 Agustus 2007 | 13:18 WIB

TEMPO Interaktif, Malang:

Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Petungsewu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, melepas liar enam ekor Lutung Jawa (Trachipithecus auratus) ke Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang, Probolinggo, hari ini. Pelepasan itu dilakukan bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur.

Ketua PPS Petungsewu Iwan Kurniawan mengatakan keenam lutung itu adalah sitaan Balai Konservasi Sumber Daya Alam dari pedagang dan warga di Probolinggo, Denpasar, dan Yogyakarta. Keenamnya lantas dititipkan di Petungsewu.

Keenam lutung itu terdiri dari lima ekor betina dan seekor jantan yang diberi nama Rama. Lutung-lutung itu dilepaskan setelah dirawat di Petungsewu selama satu hingga empat tahun. "Kini, setelah dirasa memungkinkan dari sudut medis dan biologi, akhirnya kami melepas lutung-lutung ini ke habitat mereka di alam," kata Iwan di Petungsewu hari ini.

Pelepasan lutung itu didukung Born Free Foundation, Humane Society International, ProFauna Indonesia, dan Eiger, perusahaan yang memproduksi perlengkapan petualangan ke alam. Penyanyi Melanie Subono, putri promotor kondang Adrie Subono, juga terlibat dalam pelepasan lutung-lutung itu.

Rosek Nursahid, pendiri ProFauna Indonesia, mengatakan Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang, yang lebih dikenal sebagai kawasan Gunung Argopuro (3.088 meter dari permukaan laut), dipilih sebagai lokasi pelepasan lantaran cocok sebagai habitat lutung. Kawasan seluas 14,145 hektar itu masih aman dari jangkauan pemburu satwa liar.

Rosek mengatakan, Lutung Jawa telah dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Peraturan itu melarang lutung diperjualbelikan. Kenyataannya, Lutung Jawa masih diperdagangkan di berbagai pasar burung dengan harga Rp 150 ribu sampai Rp 250 ribu per ekor.

Sejak 2004, PPS Petungsewu sudah melepas sekitar 70 ekor lutung di Dataran Tinggi Hyang dan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru. Berdasarkan pantauan PPS, lutung dan satwa-satwa lain yang dilepas di dua kawasan itu mampu beradaptasi dan bertahan hidup di lingkungan baru.

Abdi Purmono

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :