Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Japanese  
Mandarin  
Apa Itu RSS?
   

Dari Titanic Sampai Adam
Selasa, 28 Agustus 2007 | 13:24 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Remote Operation Vehicle (ROV) adalah nama umum bagi kapal selam mini yang kerap digunakan pada industri minyak dan gas lepas pantai. Kapal selam ini tak berawak, tapi dioperasikan dari kapal lain. Keduanya terhubung melalui kabel yang berfungsi juga sebagai penambat.

ROV tersusun dari satu set pengapung besar di atas sasis baja atau aluminium agar. Pengapung itu biasanya terbuat dari busa sintetis. Di bagian bawah konstruksi terpasang alat-alat sensor yang berat.

Komposisi ini--komponen ringan di atas dan berat di bawah--akan menghasilkan pemisahan yang besar antara pusat apung dan pusat gravitasi. Maka alat ini pun lebih stabil di dasar laut saat melakukan tugas-tugasnya.

ROV memiliki kemampuan manuver yang tinggi. Kabel tambat berfungsi mengirimkan energi listrik serta data video dan sinyal. Saat bertugas memasang kabel-kabel listrik tegangan tinggi, ROV biasanya ditambahkan tenaga hidrolik.

Kebanyakan ROV dilengkapi dengan kamera video dan lampu. Kemampuannya bisa ditingkatkan dengan menambahkan sonar, magnetometer, kamera foto, manipulator atau lengan robotik, pengambil sampel air, dan alat pengukur kejernihan air, penetrasi cahaya, serta temperatur.

Kabel-kabel ROV dilapisi dengan tabung penuh minyak agar terhindar dari korosi air laut. Alat pendorong dipasang di tiga lokasi agar menghasilkan kontrol penuh terhadap alat itu. Adapun kamera, lampu, dan lengan manipulator berada di bagian depan atau belakang.

Teknologi ROV dikembangkan sejak 1960-an oleh Angkatan Laut Amerika Serikat. Pada awalnya ditujukan untuk operasi penyelamatan dan pengambilan obyek di dasar laut.

Kini, selain dipakai buat industri, ROV dipakai untuk melokalisasi banyak kapal karam. Di antaranya adalah kapal RMS Titanic, Bismarck, USS Yorktown, dan SS Central America. Pada kasus SS Central America, ROV bahkan mengangkat sejumlah material ke permukaan.

DEDDY SINAGA | BERBAGAI SUMBER

Dari Arsip Majalah TEMPO
Inovasi | 11 April 2005
Selamat Datang di Surga Nirkabel | 04 April 2005
Hijrah Seorang Penyiar MTV | 28 Maret 2005
Revolusi dari Ruang Bawah Tanah | 28 Maret 2005
Inovasi | 28 Maret 2005
Ketika Logam Mudah Keropos | 28 Maret 2005
Inovasi | 21 Maret 2005
Etalase | 21 Maret 2005
Inovasi | 14 Maret 2005
Etalase | 14 Maret 2005
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Menjemput Kotak Hitam Adam Air
Enseval Investasi IT Rp 20 Miliar
Mudah Terbakar, Nokia Tarik 46 Juta Baterai Ponsel
Bila Tubuh dan Sayap Menyatu
Sayap-Sayap Terbang
Sulit Mencari Investor Panel Surya
Inspirasi dari Capung
Revolusi Sayap Pesawat
Industri Didorong Kembangkan Penelitian
Memetakan Dasar Laut
> selengkapnya...

Referensi

Kompos, Salah Satu Jalan Keluar Problem Sampah
Reusable Sanitary Landfill, alternatif pengolahan sampah Jakarta
Kesia-siaan TPST Bojong
Mengenal Teknologi Ballapress di TPST Bojong

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk106402 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data