Plastik Peniru Tokek

Selasa, 04 September 2007 | 18:15 WIB

TEMPO Interaktif, Turin:

Sebelum ide penggunaan karbon nanotube muncul dari Turin, di Amerika Serikat sudah tercipta material lengket yang terinspirasi dari kaki tokek. Daya lengketnya konon sanggup menahan sebuah mobil di atas atap.

Material itu bernama plastik synthetic gecko. Plastik ini diciptakan ilmuwan di perusahaan antariksa dan pertahanan BAE Systems. Plastik itu terbuat dari bahan polyamide, seperti nilon.

Sebagaimana kaki tokek, yang dilapisi rambut bernama setae, permukaan polimer itu dilapisi jutaan rambut berbentuk seperti jamur yang memberinya kemampuan menempel dengan kuat. Ide membuat baju Spider-Man pun sudah muncul pada saat penemuan material tersebut.
"Petugas pembersih jendela bisa memanjat sisi rumah Anda," kata Dr Sajad Haq, kepala peneliti di Advanced Technology Center di Filton, Bristol.

Synthetic gecko, yang bisa dipakai berkali-kali dan tak menyisakan residu, tak akan lengket bila disentuh sekilas saja. "Material akan menjadi lengket saat ditekan," kata Haq. "Interaksi molekulernyalah yang menyebabkannya lengket."

Synthetic gecko diproduksi oleh teknik modifikasi yang dikenal sebagai fotolitografi, yang biasanya dipakai untuk membuat cip-cip silikon. Tekniknya memakai sinar untuk mengetsa pola tiga dimensi menjadi material.

Cara itu lebih murah dan bisa dipakai dalam skala lebih besar. Dulu pembuatan material seperti itu memakai teknik litografi sinar elektron yang mahal dan sulit dipakai memproduksi material berskala besar.

Sejauh ini tim Dr Haq telah menciptakan beberapa material yang berbeda dengan ukuran jamur yang beragam untuk mencoba kelengketannya. Mereka juga telah menciptakan sampel berukuran lebih dari 100 milimeter persegi yang lengket pada permukaan apa pun, termasuk yang kotor.

Namun, tim itu belum bisa membandingkannya dengan kemampuan kaki tokek. "Material yang kami ciptakan sejauh ini sanggup menahan sebuah mobil pada atap," kata Haq. "Kami belum pada tingkat meniru kelengketan tokek."

DEDDY SINAGA | BBC | MEDICAL NEWS TODAY | TELEGRAPH | EUREKALERT

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: