Satwa Liar Kian Terkikis di Nairobi
Senin, 10 September 2007 | 12:02 WIB
TEMPO Interaktif, Nairobi:
Kehidupan liar kian terkikis dari Taman Nasional Nairobi di Kenya. Organisasi Kenya Wildlife Service memperingatkan, tak lama lagi kawasan yang berbatasan dengan bandar udara itu akan kehilangan penghuninya.
Kenya Wildlife Service melakukan survei sejak Juni lalu di kawasan seluas 117 kilometer persegi tersebut. Mereka menemukan populasi zebra terus berkurang setiap tahun. Adapun populasi antelop wildebeest malah nyaris sudah tak ada.
Padahal, Taman Nasional Nairobi terkenal sebagai kawasan migrasi wildebeest dan zebra saban Juli atau Agustus. “Ini mengkonfirmasi kekhawatiran di antara para ahli konservasi bahwa kehidupan liar semakin hilang di ekosistem Nairobi,” demikian laporan Kenya Wildlife Service yang dirilis pada Jumat pekan lalu.
Satwa liar lain pun tak kalah terancamnya. Di taman itu hidup rusa Thompson, rusa Grant, impala, antelop hartebeest (Alcelaphus buselaphus, burung unta, babi warthog (Phacochoerus africanus), dan antelop waterbuck.
Badan itu memperkirakan, bila tak ada tindakan apapun yang dilakukan untuk mencegah kerusakan tersebut, maka tak lama lagi kehidupan liar di sana akan musnah.
Kerusakan lingkungan alam liar di kawasan tersebut ditimbulkan oleh minimnya upaya konservasi dari pemerintah dan pertumbuhan populasi manusia. “Ledakan populasi manusia telah menghantam kawasan konservasi,” kata juru bicara Kenya Wildlife Service, Gichuki Kabukuru, kepada kantor berita AFP hari ini.
AFP
Topik :






Komentar Anda :