Isyarat SiSi

Senin, 24 September 2007 | 14:52 WIB

TEMPO Interaktif, London:

Ada banyak perkakas yang dibuat untuk membantu kaum bisu dan tuli berkomunikasi, termasuk alat bantu dengar. Namun, perusahaan pembuat komputer, IBM, telah melansir perkakas yang lebih canggih bernama sistem SiSi.

SiSi adalah kependekan dari Say It Sign It. Alat ini berfungsi mengubah pembicaraan menjadi bahasa isyarat yang lebih dipahami kaum bisu-tuli. Bahasa isyarat itu diperagakan oleh sosok animasi digital alias avatar.

IBM, melalui tim Extreme Blue (sebuah tim yang terdiri atas mahasiswa-mahasiswa berbakat yang terlibat dalam program musim panas di IBM), mengembangkan SiSi di pusat penelitiannya di Hursley, Inggris.

Saat ini sistem itu masih berbentuk prototipe dan hanya bekerja dengan bahasa isyarat Inggris. Namun, ada rencana mengkomersialkannya dalam waktu dekat dan membuatnya sanggup menerjemahkan bahasa isyarat dari negara lain.

SiSi bekerja dengan menggunakan mekanisme pengenalan suara (speech recognition) untuk mengubah sebuah pembicaraan menjadi teks. Setelah itu, SiSi menerjemahkan teks itu menjadi gesture bahasa isyarat dan diperagakan oleh tokoh animasi di layar.

Avatar dan teknologi mengubah teks menjadi gesture bahasa isyarat itu dikerjakan oleh tim dari Universitas East Anglia. Adapun database bahasa isyarat disumbang oleh Institut Nasional Kerajaan bagi Orang Tuli (RNID).

Sistem SiSi bisa diaplikasikan pada media layar apa pun, termasuk di layar komputer jinjing dan telepon seluler melalui aplikasi Java. Maka seorang bisu-tuli pun bisa berkomunikasi dengan keluarganya. Ukuran dan tampilan tokoh animasi bisa diatur sesuai dengan kebutuhan.

"Sistem ini membantu teknologi (yang membantu kaum bisu-tuli) yang sudah ada. Ia bisa dipakai dalam situasi ketika tak ada seorang pun yang bisa menerjemahkan bahasa isyarat," kata Dr Andy Stanford-Clark dari IBM Hursley pada awal pekan lalu.

Hadirnya SiSi akan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi penyandang cacat untuk terlibat di tengah masyarakat. Lagi pula tak banyak orang yang mengerti dan menguasai bahasa isyarat.

Bisa jadi tak lama lagi orang tuli bisa menghadiri kelas-kelas di sekolah atau universitas umum serta pertemuan bisnis tanpa bantuan alat bantu dengar atau penerjemah. Mereka dapat mengikuti kelas ataupun sesi pemaparan melalui tampilan di layar.

Bahkan teknologi itu akan membuat hidup penyandang tuli lebih mudah di banyak bidang yang selama ini tak tersentuh oleh mereka. Mereka pun bisa menyaksikan siaran televisi serta mendengarkan siaran radio dan acara bincang-bincang.

"Bahkan mereka pun bisa membuat voicemail yang ditranskripsi secara otomatis untuk telepon seluler," kata juru bicara IMB.

Kehadiran SiSi amat dinantikan oleh sekitar 50 ribu penyandang tuli di negeri tersebut. Mereka berkomunikasi dengan bahasa isyarat Inggris (British Sign Language) yang berbeda dengan bahasa isyarat Amerika (America Sign Language).

Kelompok advokasi bagi penyandang tuli, seperti RNID, menyambut gembira teknologi itu. Guido Gybels, Direktur Teknologi Baru di RNID, mengatakan teknologi itu akan membuat kaum cacat mendapatkan informasi yang seimbang. "Sungguh menyenangkan melihat peneliti besar berkontribusi bagi kelompok masyarakat yang terpinggirkan," kata dia.

DEDDY SINAGA | ENGADGET | AP | RTTNEWS | INFORMATIONWEEK | EARTH TIMES | THE INQUIRER






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: