Bioskop Rumah tanpa Kabel
Kamis, 27 September 2007 | 10:16 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Salah satu persoalan yang kerap melilit set bioskop rumahan adalah kabel-kabelnya yang panjang terurai. Kabel yang bisa kusut masai dan memusingkan kepala itu juga membuat bioskop rumahan tak mudah disusun atau didesain ulang.
Tapi, kini, teknologi tanpa kabel alias wireless sudah merambah ruang-ruang bioskop rumah. Menyusun atau mendesain ulang susunan set yang terdiri atas pemutar audio/video, layar, serta satu set speaker dan subwoofer itu menjadi kian mudah.
Memang belum banyak perabot bioskop rumahan yang sudah mengaplikasi teknologi tanpa kabel. Di antara yang sedikit itu, ada sepasang subwoofer keluaran Harman Consumer Group, yang terkenal dengan merek Infinity dan JBL.
Infinity mengeluarkan tipe PS212W, yang berukuran 12 inci dan dilengkapi dengan amplifier yang membutuhkan daya 400 watt. Adapun JBL mengeluarkan Cinema Sound CSS10W berukuran 10 inci dengan amplifier 300 watt.
Kedua subwoofer berbahan serat selulosa dan dilapis polimer ini mengusung teknologi yang sama saja. Keduanya juga didesain dengan prinsip akustik sehingga menghasilkan suara bas yang bertenaga, tapi artikulasinya jelas tanpa distorsi.
Penerima (receiver) yang built-in pada kedua subwoofer ini tersambung dengan pemancar di sumber audio/video melalui koneksi frekuensi radio 2,4 GHz. Namun, bermain pada gelombang ini memungkinkan terjadinya interferensi dari peralatan lain di rumah yang bekerja pada frekuensi sama.
Karena itu, diciptakanlah sebuah pembebas interferensi empat channel. Dengan memilih salah satu dari keempatnya, akan didapatkan kombinasi sinyal yang bebas interferensi.
Kedua subwoofer ini tak hanya cocok untuk bioskop rumahan, tapi juga untuk pemutar musik. Bila teknologi wireless-nya bermasalah, keduanya bisa dipakai secara konvensional, yakni dengan kabel.
Kedua subwoofer yang cocok pada semua jenis speaker ini memang terbilang mahal. Infinity PS212W yang sudah tersedia di pasar, misalnya, dijual dengan harga US$ 679 atau sekitar Rp 6,2 juta dengan nilai tukar Rp 9.200 per dolar AS. Adapun Cinema Sound, yang baru akan dijual pada Januari tahun depan, bakal dilepas dengan harga US$ 559 atau sekitar Rp 5,1 juta.
Selain Harman, Boston Acoustics mengeluarkan subwoofer wireless HPS 8WI berukuran 8 inci dan dilengkapi amplifier 150 watt. Subwoofer seharga US$ 399 atau Rp 3,6 juta ini bekerja dengan pemancar dan penerima, yang saling terhubung dengan frekuensi radio yang sama dengan subwoofer buatan Harman.
Paul Strauss, penulis blog Technabob, mengatakan mereka yang menginginkan kualitas subwoofer mumpuni tapi sederhana tentu akan memilih subwoofer-subwoofer wireless itu meski harganya selangit. Tapi, bila tidak, "Sebaiknya membuang jauh-jauh rencana membeli subwoofer mahal itu," katanya.
Bagaimana dengan speaker? Memang belum ada speaker wireless yang dijual terpisah di pasar. Namun, untuk membuat speaker konvensional bekerja tanpa kabel, kini ada Universal Wireless System dari KEF.
Universal Wireless System terdiri atas satu unit pemancar dan dua penerima yang bekerja pada frekuensi radio 2,4 GHz. Ketiganya berbentuk lempeng tegak setinggi 6 inci berwarna hitam. Tiap penerima dilengkapi power amplifier yang membutuhkan pasokan listrik 50-watt.
Kedua penerima ini dihubungkan pada speaker belakang (rear) pada sistem surround 5.1 dengan kabel. Adapun speaker lain tetap terhubung satu sama lain dengan kabel. Kedua speaker ini lantas menghubungkan keseluruhan speaker ke sumber audio/video melalui pemancar tadi.
Satu set Universal Wireless System yang dibanderol US$ 600 atau sekitar Rp 5,5 juta itu cocok pada semua jenis speaker dan menghasilkan kualitas suara yang tak kalah oleh speaker berkabel.
DEDDY SINAGA | AUDIOJUNKIES | ENGADGET | SLASHGEAR | GIZMODO | SCI-FI | CNET





