Pecahnya Perang Nuklir
Jum'at, 28 September 2007 | 12:28 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Masih ingat film Back to the Future atau Butterfly Effect? Keduanya menawarkan sebuah konsep tentang dunia paralel (parallel universe) yang berjalan secara simultan sesuai dengan kemungkinan-kemungkinan pilihan yang diambil oleh masing-masing manusia.
Nah, begitu juga pada game real time strategy untuk komputer PC yang diluncurkan bulan ini. Game bertajuk World in Conflict ini bakal melempar kita ke dunia paralel yang sama sekali berbeda dengan realitas kini, yaitu pada saat bencana Perang Dunia III melanda warga bumi. World in Conflict adalah salah satu game yang ditunggu-tunggu kemunculannya tahun ini.
Cerita bermula pada 1989, saat perang dingin antara dua raksasa adidaya, Amerika Serikat dan Uni Soviet. Kala itu, Soviet dilanda krisis ekonomi dan hendak menguasai Eropa. Namun, upaya itu dihalang-halangi NATO dan Amerika Serikat sehingga Soviet mulai menyerang ke Amerika Serikat.
Pertama kali Soviet menyerang Seattle, dengan mendaratkan pasukan dalam jumlah besar untuk menguasai kota itu. Di sini, pemain akan berperan sebagai Letnan Parker, yang memimpin pasukan kecilnya untuk memukul mundur pasukan Soviet dan mempertahankan kota.
Pada mode multi-player, pemain dapat berperan sebagai Amerika Serikat, NATO, ataupun Soviet. Tapi tak seperti game real time strategy lainnya, di sini pemain tak akan mengumpulkan resource, mendirikan bangunan, atau mengumpulkan pasukan di suatu lokasi.
Game ini lebih mirip sebuah permainan game strategi yang dibungkus oleh tampilan gambar ala game aksi. Di sini pemain harus mengkombinasikan senjata untuk memenangi pertempuran. Seperti sebuah permainan catur, pemain harus memilih senjata untuk pertempuran dan menggunakannya dengan efektif.
Senjata tank, misalnya, cocok untuk menghancurkan tank atau kendaraan musuh lainnya. Namun, ia kurang efektif untuk melawan pasukan infanteri. Pasukan artileri malah ampuh melumpuhkan pasukan infanteri, tapi ia tak dapat melawan pasukan tank.
Sedangkan pasukan helikopter dapat menghancurkan kendaraan darat, tapi ia makanan empuk bagi unit pasukan infanteri atau antiaircraft. Game ini juga menyediakan sumber daya, berupa poin-poin tactical aid.
Tiap kali pemain membunuh musuh, ia akan mendapatkan poin. Namun, poin juga dapat dituai ketika pemain berhasil memperbaiki kendaraan-kendaraan, memindah-mindahkan pasukan infanteri, dan lain-lain. Dari poin-poin yang dikumpulkan, pemain bisa melakukan serangan-serangan berat, seperti serangan udara, serangan napalm, bom cluster, serangan mortir, senjata kimia, bahkan serangan senjata nuklir sekalipun.
Game ini mampu menyajikan penuturan cerita yang baik. Potongan-potongan adegan ditampilkan secara kreatif--tak seperti gaya penyajian urut layaknya novel--dengan suara pengisi narasi aktor Alec Baldwin. Gambar yang ditampilkan juga sangat baik. Tiap ledakan disajikan dengan grafis yang indah.
Asap cendawan besar yang disebabkan oleh bom nuklir akan disertai oleh suara frekuensi tinggi dari menjalarnya panas radiasi elektron. Sedangkan koordinasi tim untuk permainan multi-player juga dapat dilakukan melalui sistem Voice over IP yang menggunakan mikrofon.
Massive Entertainment merupakan pengembang yang berpengalaman membuat game strategi hampir satu dekade terakhir. Dan, tak diragukan lagi, World in Conflict adalah salah satu mahakarya dari studio game ini, juga merupakan salah satu game strategi terbaik yang ada sepanjang tahun ini.
Gamespot | IGN | Bittechnet | Wikipedia | Indra darmawan
Topik :




Komentar Anda :