Indonesia Bukan Emiter Karbon

Minggu, 30 September 2007 | 17:34 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Indonesia sama sekali bukan penyumbang karbon terbesar di dunia. Bantahan atas data yang pernah diungkap lembaga swadaya masyarakat Wetland International yang menyebut Indonesia adalah penyumbang karbon terbesar ketiga di dunia itu diberikan peneliti di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

“Kalau hasil perhitungan kami, Indonesia paling mungkin berada di urutan ke-21 atau mungkin lebih bawah lagi,” kata Edvin Aldrian, peneliti teknologi sumber daya alam BPPT, akhir pekan lalu.

Menurut Edvin, Wetland International hanya memperhitungkan emisi karbon Indonesia akibat kebakaran hutan yang mencapai 2.563 megaton, belum memasukkan daya serap karbon hutan Indonesia sebagai pengurang. Apabila variabel daya serap hutan Indonesia dimasukkan, maka dipastikan Indonesia akan mendapat hasil yang baik dalam perhitungan emisi karbon kehutanan. "Bukan cuma nol, tetapi nilai Indonesia akan negatif sehingga bisa dipakai sebagai pengurang emisi gas Indonesia," katanya.

Bukti lainnya adalah perhitungan yang dilakukan /World Meteorological Organization/ terhadap kadar konsentrasi CO2 Indonesia pada 2006 di Koto Tabang, Sumatera Barat, yang lebih rendah dari stasiun referensi dunia di Mauna Loa (Hawai). "Ini membuktikan Indonesia bukan emiter karbon terbesar," katanya.

(amal ihsan)






Komentar Anda

Kirim