Simfoni Dokumen Standar Terbuka

Rabu, 03 Oktober 2007 | 09:30 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Dua pekan lalu, Google melengkapi aplikasi produktivitas kantor berbasis web-nya, Google Docs, dengan menyediakan program untuk presentasi: Google Presentation. Sejatinya, beberapa hari sebelumnya, IBM meluncurkan aplikasi serupa. Namanya Lotus Symphony.

Dalam hitungan seminggu, Symphony diserbu sekitar 100 ribu pengguna. Animo terhadap aplikasi gratis itu melampaui rekor pemakaian produk IBM populer lainnya, Lotus Notes, yang kini telah mencapai 135 juta pemakai berlisensi.

Untuk dapat mengunduh program ini dalam versi beta, pertama kali pengguna harus mendaftar, dengan membuat ID IBM dan password-nya, disertai beberapa informasi pribadi. Namun, proses tersebut kini telah dipermudah dengan hanya menyertakan alamat surat elektronik yang berfungsi.

"Ini bukan sekadar download gratis, pengadopsian besar-besaran ini juga menciptakan sebuah kelompok pengguna independen yang telah terbiasa dengan dokumen terbuka," ujar Erwin Sukiato, Country Manager IBM Software Group.

Seperti halnya Google Docs, Lotus Symphony terbagi dalam tiga aplikasi, yaitu aplikasi pengolah kata bernama Lotus Documents, aplikasi spreadsheet Lotus Spreadsheets, serta program presentasi bernama Lotus Presentations. Ia dibangun berbasis aplikasi OpenOffice dan Eclipse Framework serta menggunakan standar format dokumen terbuka ODF (Open Document Format).

Bila dibandingkan dengan OpenOffice, Lotus Symphony memiliki tampilan yang lebih rapi dan antarmuka yang lebih profesional. Namun, bila dibanding Microsoft Office, aplikasi ini terkesan banyak kekurangan dan miskin fitur. Kelebihannya: Anda tak perlu membayar untuk menggunakannya.

Tak seperti Microsoft Office atau Corel WordPerfect yang memisahkan program-program suite-nya, aplikasi ini menggabungkan penggarapan penyuntingan, aplikasi pengolah kata, spreadsheet, serta presentasi dalam sejumlah tab bersebelahan pada sebuah jendela tunggal.

Hal ini akan memudahkan untuk berbagi informasi dan ketika hendak berpindah-pindah antarprogram. Lotus Symphony menambahkan Properties Sidebar pilihan di sebelah kanan layar penyunting untuk mengubah format teks atau paragraf.

Bila Anda mengklik alamat URL, halaman web akan terbuka bersebelahan dengan tab dokumen awal. Selain itu, ia menyediakan sarana untuk orang-orang cacat, yaitu fitur pembaca layar bagi pengguna berpenglihatan terbatas serta kemudahan navigasi melalui papan kunci.

Aplikasi pemroses katanya memiliki fitur-fitur dasar yang mirip Microsoft Word. Teksnya mudah dimanipulasi serta tabel-grafik bisa ditambahkan dan dibesar-kecilkan. Lotus Spreadsheets juga memiliki fitur-fitur analitis dan penghitungan dasar seperti pada Excel. Begitu pula Lotus Presentations. Ia mampu memanipulasi dan melakukan animasi teks kendati lebih terbatas bila dibandingkan dengan PowerPoint.

Ia bisa membaca berbagai format, termasuk dokumen-dokumen Office, kecuali dokumen Office 2007. Ia juga mampu mengkonversi dokumen-dokumen buatannya ke dalam format pdf. Aplikasi ini dapat berjalan di komputer berplatform Windows ataupun Linux dan untuk komputer Mac segera menyusul.

Dibanding Microsoft Office, jelas fitur yang ditawarkan aplikasi ini lebih terbatas. Namun, versi beta Lotus Symphony merupakan alternatif menarik ketimbang OpenOffice, bahkan bila dibandingkan dengan versi OpenOffice yang lebih stabil, yaitu versi 2.3.

Techreview | Pcmag | Pcworld | Kartika Candra | Indra Darmawan






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: