Gigitan Smilodon Lebih Empuk

Rabu, 03 Oktober 2007 | 12:56 WIB

TEMPO Interaktif, Callaghan:Taring macan gigipedang (Smilodon fatalis) tidak sebengis ukurannya. Gigitan taring itu ternyata lebih empuk dibandingkan dengan macan modern yang saat ini banyak merumput di Afrika. Kesimpulan itu diberikan oleh tim ilmuwan yang meneliti tengkorak hewan yang pernah hidup di benua Amerika pada Zaman Es itu.

Colin McHenry dari University of Newcastle, Callaghan, Australia, menyatakan, macan gigipedang tidak memburu mangsa-mangsanya seperti macan modern. Pertama, macan gigipedang tidak memiliki anatomi tubuh sebagai pemburu yang mampu berlari cepat. Kedua, lewat pemodelan komputer, terungkap kekuatan rahang dan tengkorak macan gigipedang hanya sekitar 1000 Newton atau hanya sepertiga kekuatan rahang macan modern.

“(Dengan kekuatan itu) Macan ini harus berjuang mati-matian apabila ingin mengatasi tekanan dari mangsa yang terus berontak dan menendang sepanjang 10 menit—waktu yang dibutuhkan agar mangsa yang tercekik saluran pernapasannya mati lemas,” ujar McHenry.

Macan gigipedang justru mirip beruang yang lebih mengandalkan kekuatan tubuh dan cakar-cakarnya untuk mengajak lawan atau mangsanya bergulat. Nah, ketika lawannya sudah tak berkutik barulah taring-taring besarnya beraksi. Satu kali gigitan saja pada bagian leher sudah cukup mematikan.

McHenry dan tim Riset Komputasi Biomekanik memuat hasil penelitiannya itu dalam jurnal Proceedings of The National Academy of Sciences terbaru. Mereka ingin memastikan modus operandi macan itu yang telah menjadi perdebatan 150 tahun.

Ada yang bilang predator itu menerjang mangsanya dengan taring-taringnya yang siap menerkam leher. Tapi yang lain yakin kalau taring-taring itu hanya untuk menusuk sehingga Smilodon bisa memanjat tubuh mangsanya. Sebagian menyatakan, taring-tarng itu hanya sebatas menciptakan luka parah pada mangsanya.

(bbc)






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: