Zune Generasi Kedua
Kamis, 04 Oktober 2007 | 16:16 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Dua hari lalu, di Jakarta, Apple meluncurkan pemutar media kembaran iPhone, iPod Touch, yang memiliki antarmuka layar multisentuh. Nun jauh di Redmond, Washington, Amerika Serikat, kemarin, Microsoft juga mengumumkan pemutar media portabelnya yang baru, Zune generasi kedua.
Untuk menegaskan kesungguhan Microsoft menggarap Zune, pendiri Microsoft, Bill Gates, turun tangan langsung saat mengumumkan dua peranti mungil baru itu kepada wartawan, di markasnya. "Kami sangat berkomitmen dalam hal ini," ujar Gates.
Zune adalah kunci dalam rencana pengembangan bisnis digital hiburan Microsoft untuk 10 tahun ke depan. Sejak diluncurkan November lalu, Zune sudah laris 1,2 juta unit meski masih tertinggal jauh dari iPod yang terjual 100 juta unit sejak kemunculannya enam tahun belakangan.
Nah, seperti apa Zune baru itu? Microsoft meluncurkan dua model, yaitu model berpenyimpan hard disk dengan kapasitas 80 gigabita serta model berbasis penyimpan memori flash dengan kapasitas 4 gigabita dan 8 gigabita.
Model 80 gigabita memiliki layar 3,2 inci, lebih lebar daripada Zune sebelumnya. Namun, masih kalah lebar ketimbang layar 3,5 inci milik iPod Touch.
Adapun model berpenyimpan flash menggunakan layar yang lebih kecil, yaitu 1,8 inci. Keduanya hanya memiliki resolusi standar 320 x 240 piksel, ketinggalan oleh resolusi iPod Touch yang 640 x 480 piksel.
Kedua model mampu memutar radio FM serta mendukung koneksi Wi-Fi untuk berbagi musik dan melakukan sinkronisasi secara nirkabel dengan komputer.
Tombol navigasi juga berubah. Touchpad-nya agak kotak dengan tombol play/pause dan tombol back di kanan-kiri, yang lebih condong ke atas.
Microsoft juga memoles bagian peranti lunaknya. Software untuk komputer pribadi dan portal online Zune MarketPlace (situs semacam iTunes) dipermak lebih simpel dan intuitif. Zune MarketPlace bakal menambah koleksinya dengan 3 juta lagu, 1 juta di antaranya adalah lagu yang tak berproteksi hak cipta (digital rights management).
Selain itu, pengguna dapat berbagi musik dengan pemutar musik jenis lain, tanpa batas waktu pakai tiga hari, seperti sebelumnya. Tapi setelah tiga kali pemutaran, salinan lagu tersebut ternyata tetap tak bisa diputar lagi.
Zune juga bisa mengimpor rekaman content dari Windows Media Center secara otomatis sehingga penggunanya dapat menayangkan rekaman program televisi tiap kali melakukan sinkronisasi dengan komputer.
Yang tak kalah penting, Microsoft juga akan meluncurkan sebuah situs jejaring sosial bernama Zune Social. Setiap kali pengguna melakukan sinkronisasi ke komputer pribadi, secara otomatis orang-orang dalam jejaring sosialnya bisa melihat lagu yang sedang didengarkan atau mengintip preferensi lagu ataupun lagu terpopuler pada jejaring tersebut.
Zune memang dirancang agar penggunanya dapat saling terkoneksi sehingga Microsoft mengoptimalkannya melalui peranti lunak. "Kami memang bukan perusahaan hardware seperti mereka (kompetitor), tapi mereka juga bukan perusahaan software seperti kami." ujar Chris Stephenson, Grand Manager Global Marketing Zune.
WIRED | NYTIMES | GIZMODO | FT | INDRA DARMAWAN





