Dua Wajah Samsung SGH F500
Selasa, 09 Oktober 2007 | 10:23 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Dua wajah itu terpatri pada satu tubuh hitam. Bagian bawahnya bisa dibelah dan dipuntir. Pembungkusnya pun menarik, karena juga berfungsi sebagai baterai cadangan. Begitulah, Samsung SGH F500 hadir di rimba telepon seluler sebagai salah satu yang unik.
SGH F500 hadir dengan dua layar di tubuhnya. Layar yang pertama berukuran kecil, 1,5 inci, yang berfungsi sebagai monitor panggilan telepon dan menu-menu lain, seperti pesan pendek, browsing Internet, dan penyimpan data foto, lagu, serta video.
Layar kedua berukuran lebih lebar, 2,4 inci. Di layar ini bisa disaksikan rekaman video, foto, dan lagu-lagu format digital, dengan resolusi yang baik. Di bagian ini juga tersaji menu kamera dan camcoder.
Kedua layar di telepon itu terkait satu sama lain. Saat ingin mengakses isi file foto, lagu, dan video, telepon akan memerintahkan peralihan layar. Demikian pula saat ingin mengorganisasi data dan dokumen di layar besar, telepon akan meminta peralihan ke layar kecil.
Peralihan layar ini dikendalikan sebuah tuas geser kecil di sisi handset. Tuas mini ini juga berfungsi sebagai pengunci keypad.
Model dua layar ini juga diadopsi oleh SGH F300 yang berlabel Ultra Musik. Keduanya adalah varian dari seri Ultra yang sudah mengintip pasar sejak akhir tahun lalu.
Lantaran disebut Ultra Video, video adalah salah satu fitur yang dinomorsatukan di handset ini. SGH F500 sudah mengadopsi penampil file DivX, semacam codec yang bisa mengompres video berdurasi panjang menjadi ukuran kecil, tapi kualitas visualnya tetap sama.
"Format itu akan memungkinkan para pencinta video membuat, berbagi, serta memutar content video berkualitas tinggi dan highly compressed," kata Patrice Lagrange, Vice President dan Group Business Manager Media Languages DivX, Inc., dalam rilis pers yang diterima Tempo, Jumat lalu.
Adapun Hee-Hong Park, Managing Director PT Samsung Electronics Indonesia, mengatakan fitur DivX itu membuat video tak hanya menjadi dominasi televisi-televisi berlayar besar. "The Ultra Video menunjukkan hasrat Samsung mengembangkan kemampuan multimedia kami guna memuaskan kebutuhan konsumen akan kesenangan dan hiburan," ujarnya.
Keunikan lain telepon setebal 10,7 milimeter ini adalah baterai gandanya. Baterai pertama built-in di dalam handset, sedangkan baterai kedua dikemas dalam bentuk case kulit yang bisa dipakai-lepas.
Bagian keypad untuk mengoperasikan layar yang kecil berwarna senada dengan tubuh handset dan disertai tombol-tombol navigasi, tombol cancel, pemanggil, pengakhir panggilan, serta tombol shortcut ke Internet.
Adapun keypad untuk mengoperasikan layar yang lebih lebar memakai kombinasi teknologi sentuh (touch) serta geser (sweep) vertikal dan horizontal untuk navigasinya.
Kedua keypad saling memunggungi pada satu bangun yang bisa dibelah dan berporos pada satu titik di sudut (desain swivel). Manfaatnya sebagai penyangga agar telepon bisa tetap tegak diletakkan di suatu tempat datar saat menonton video.
Bagian sisi-sisi handset dilengkapi dengan tombol-tombol pengatur volume, port untuk cas baterai dan handsfree, shutter kamera, dan camcoder, selain tuas pengalih layar.
Namun, meski unik dan menarik, telepon seluler yang satu ini bukannya tak punya kelemahan. Salah satunya adalah layar pertama yang 1,5 inci itu. Layar LCD yang satu ini terlalu mungil untuk menampung berbagai menu. Kecuali akses foto, lagu, dan video, semua fungsi SGH F500 memang dipusatkan di layar mini itu.
Saat mengetikkan nomor panggilan yang ditampilkan berupa animasi pulpen yang menulis di layar berwarna bolehlah menjadi poin menarik tersendiri. Tapi, bila memainkan fitur game, aduh, mata bisa sepet, berair, karena tampilannya terlalu kecil. Tulisan-tulisan di fitur game ini juga harus dilihat dengan kaca pembesar.
Layar mini ini pun menjadi ganjalan tersendiri ketika mengakses Internet.
DEDDY SINAGA | BERBAGAI SUMBER





