Lahirnya Domain Khusus Kawasan Asia

Rabu, 10 Oktober 2007 | 09:23 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Setelah Eropa, giliran Benua Asia yang memiliki nama domainnya sendiri di jaringan Internet. Domain bernama .asia itu akan tampil di dunia maya pada Maret tahun depan.

DotAsia, organisasi yang menciptakan .asia sejak Oktober 2006, sudah membuka pendaftaran domain itu sejak Selasa lalu. Periode awal ditujukan bagi pemegang merek dagang dan nama perusahaan yang sah serta badan-badan pemerintahan di kawasan Asia-Pasifik.

Periode awal berakhir pada 15 Januari 2008. Setelah itu, mulai Februari, pendaftaran terbuka bagi umum.
Edmon Chung dari DotAsia, organisasi yang berbasis di Hong Kong, mengatakan perusahaan dan merek dagang diberi kesempatan terlebih dulu agar tidak terjadi cyber squatters, yakni munculnya domain-domain liar yang merugikan merek dagang.

Chung meramalkan .asia akan menjadi domain yang paling diinginkan lantaran luasnya pasar Asia dan Pasifik, kawasan yang akan diliputi domain itu. "Domain .asia itu seperti channel atau portal, yang menunjukkan komitmen pada pasar Asia secara keseluruhan," ujarnya.

Di sisi lain, menurut Chung, terminologi Asia paling sering dicari di situs-situs mesin pencari besar, seperti Yahoo! dan Google. "Mereka yang memiliki situs .asia akan meningkat ranking-nya di situs mesin pencari Google atau Yahoo!," katanya.

Ching Chaio, juru bicara DotAsia Organization yang akan mengelola .asia, setali tiga uang. Menurut dia, domain .asia sangat potensial secara ekonomis mengingat 60 persen populasi dunia ada di Asia-Pasifik, dengan 400 juta pengguna Internet.

Chaio mengatakan mereka tak bermaksud bersaing dengan domain .com yang sudah terlebih dulu populer. Namun, mereka mentargetkan 2 juta pendaftar sebagaimana domain .eu milik kawasan Eropa yang sudah dijual pada April tahun lalu.

Lesley Cowley, Eksekutif Kepala Nominet yang mengelola domain .uk, memperkirakan banyak perusahaan besar yang sangat ingin mendaftarkan domain mereka di .asia. "Mereka ingin mempertahankan merek dagang ataupun pasarnya di Asia," ujar Cowley.

Untuk sementara, semua alamat situs berdomain .asia akan ditulis dengan huruf Latin, yang telah dipakai secara menetap pada domain generik .com atau berkode negara seperti .uk. Namun, pada saatnya nanti, domain itu akan disusun berdasarkan karakter negara-negara Asia.

Ini sejalan dengan proyek yang sedang digelar pengawas alamat jaringan Internet The Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN) yang sedang menguji sistem yang memungkinkan alamat dituliskan dalam alfabet lokal. ICANN akan menguji alamat yang ditulis dengan aksara Arab, Persia, Cina modern dan tradisional, Rusia, Hindi, Yunani, Korea, Yiddish, Jepang, serta Tamil.

Pendaftar domain di .asia dikenai biaya registrasi untuk satu tahun sekitar Rp 185 ribu ditambah biaya administrasi sekitar Rp 1,1 juta. Selain itu, biaya layanan proxy tahunan ditetapkan sekitar Rp 54.500 bagi perusahaan-perusahaan yang basisnya di luar kawasan Asia-Pasifik.

Dalam kasus nama domain yang serupa, DotAsia akan melelang nama domain itu. Ini berbeda dengan perebutan nama domain yang umum, yakni yang pertama mendaftar dialah pemenangnya.

DEDDY SINAGA | BBC | WEBHOSTING.INFO | AFP | BUSINESS STANDARD

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :