Pergi ke Mars dengan Jeruk dan Ceri

Rabu, 17 Oktober 2007 | 18:18 WIB

TEMPO Interaktif, HAMPTON:

Desain yang ganjil itu, kata Tripathi, kemungkinan besar adalah satu-satunya cara untuk melindungi kru dari kanker yang dipicu oleh lingkungan radiasi tinggi selama berada di luar angkasa. Sumber radiasi utama adalah sinar kosmis galaksi--partikel bermuatan yang terdiri atas elektron sampai elemen logam berat dan peristiwa partikel surya--yang melontarkan proton dan inti helium.

Elektron, proton, dan ion logam berat seperti besi dan uranium dapat memicu timbulnya kanker. Namun, lapisan pelindung dari aluminium yang mampu menahan radiasi tak bisa digunakan karena terlalu berat sehingga menghabiskan banyak bahan bakar.

"Paparan radiasi antariksa yang amat tinggi adalah kendala utama dalam misi berjangka waktu panjang," kata Tripathi dan dua rekannya, John Wilson dan Robert Youngquist, dalam laporannya di jurnal Advances in Space Research. "Perlindungan dari radiasi itu amat penting bagi visi baru NASA untuk mencapai bulan, Mars, dan jagat raya."

Desain pesawat yang diusulkan Tripathi itu berbentuk bola logam dengan muatan positif dan negatif, yang diatur pada bulatan yang menonjol keluar dari kapsul awak pesawat. Dengan arah yang diatur secara teliti, kedua bulatan itu akan memberi perlindungan radiasi elektrostatis berderajat tinggi. Struktur bulatan seperti buah ceri itu harus berdiameter antara 10 dan 20 meter dan dipasang sekitar 50 meter dari kapsul awak.

Bola tersebut akan melindungi awak pesawat dengan membelokkan partikel bermuatan menjauhi bagian tengah yang dihuni para astronot. "Bentuk bulat memberikan volume lebih besar serta massa lebih kecil, dan yang terpenting, mereka mendistribusikan partikel yang dibelokkan itu di permukaannya secara merata," ujarnya.

Bila bola bermuatan itu terbuat dari aluminium berlubang yang ringan, material yang melapisi kapsul awak akan menggunakan karbon nanotube--dalam sebuah komposit baru dengan aluminium. Nanotube amat ringan, tapi kekuatannya sanggup menahan gempuran ion, kata Tripathi. "Pesan yang tersirat dari riset ini, untuk melindungi astronot dan habitatnya, dibutuhkan kombinasi cerdas antara material dan pelindung elektrostatis," ucapnya.

newscientist






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: