Memuat Internet ke dalam Saku

Selasa, 30 Oktober 2007 | 11:01 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Bagi banyak orang, berinternet melalui peranti kecil, seperti ponsel, masih belum memberikan pengalaman yang menyenangkan. Dengan layar yang sangat terbatas, mustahil bisa mengamati sekujur halaman web yang memang didesain untuk ditampilkan di monitor komputer yang lebar.

Alih-alih mendapatkan data dan informasi yang diinginkan, mata dan jempol bisa-bisa malah linu saat bergeser dari satu bagian halaman ke bagian lainnya.

Karena itu, pembuat sistem operasi pun berlomba-lomba membuat sistem khusus untuk ponsel. Salah satunya adalah browser Opera Mini 4, yang kini masih dalam versi beta.
Opera Mini baru ini menyediakan opsi kualitas gambar yang lebih banyak. Sementara sebelumnya hanya ada dua tingkat kualitas gambar, saat ini Opera Mini menyediakan tiga level kualitas gambar yang berbeda.

Browser ini juga memungkinkan pengguna beralih dari mode vertikal ke mode horizontal atau sebaliknya hanya dengan satu pijitan tombol * dan #. Selain itu, browser ini bisa menyesuaikan ukuran gambar untuk lebih proporsional di layar ponsel.

Sementara sebelumnya jemari kita harus bergeser-geser untuk melihat foto atau gambar, kali ini tak perlu lagi. Saat pengguna membuka sebuah halaman web, Opera Mini akan menampilkan keseluruhan halaman (overview) secara sekilas, lalu menyarankan pengguna mulai membaca halaman dari daerah tertentu.

Setelah itu, browser ini akan menampilkan bagian itu terlebih dulu secara utuh. Tapi, bila bagian tersebut masih terasa terlalu lebar, pengguna masih dapat mengecilkan ukurannya dengan fitur Fit to Width.

Selain itu, browser ini terkenal dengan kecepatannya. Ia mampu mengompres content Internet dalam jumlah bit yang lebih kecil, sehingga pengguna akan dikenai biaya yang lebih murah. Sementara mobile browser lain mengunduh halaman situs New York Times sebesar 660 kilobita, ia dapat menampilkan halaman web yang sama dengan hanya mengunduh 85 kilobita data.

Yang tak kalah menarik, lewat tombol-tombol keypad, pengguna dapat menuju halaman-halaman bookmark dengan cepat, seperti halnya menekan tombol Speed Dial untuk menelepon nomor penting. Browser ini pun telah mendukung fitur RSS Feed untuk memperoleh content terbaru dari sebuah halaman web setiap saat.

Hal terakhir yang membuat Opera Mini tak kalah dari browser Safari pada ponsel iPhone milik Apple Inc. adalah fitur sinkronisasi bookmark. Kemampuan tersebut dimungkinkan dengan adanya layanan baru yang bernama Opera Link.

Dengan Opera Link, pengguna dapat menyamakan atau mensinkronkan situs-situs bookmark pada browser Opera di komputer mejanya dengan yang ada di ponsel.
Menurut CEO Opera Jon von Tetzchner, peningkatan fitur Opera Mini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang konsisten bagi pengguna, sebagaimana mereka merasakan berinternet dengan komputer meja.

"Kami tak mau percaya dengan sebuah keyakinan yang mengatakan bahwa seseorang harus mau berkompromi (dengan ketidaknyamanan) saat mengakses web dari perangkat lain (selain komputer)," ujar Jon von Tetzchner.

Kemunculan Opera Mini, di samping browser Safari dan mobile browser lainnya akan semakin memudahkan pengguna ponsel terhubung ke Internet tanpa perlu menenteng laptop yang berat. Kehidupan virtual seseorang tetap bisa dilakoni dari sebuah alat yang muat terbenam ke dalam saku.

INDRA DARMAWAN | GSM ARENA | TECH 2 | OPERA

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :