Cabai Terpedas Dunia
Selasa, 30 Oktober 2007 | 16:13 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Varietas cabai yang aslinya tumbuh di daerah Assam, India, itu dinobatkan sebagai cabai terpanas oleh para peneliti di New Mexico State University. Bahkan Bhut Jolokia memperoleh pengakuan dari Guiness World Records sebagai cabai paling panas setelah mengalahkan juara sebelumnya, cabai Red Savina. Dalam pengujian yang diukur berdasarkan unit panas Scoville (SHUs), Bhut Jolokia mencapai 1 juta SHUs, hampir dua kali lipat Red Savina yang cuma 577.000 SHUs.
Paul Bosland, Direktur Chile Pepper Institute di Departemen Ilmu Sains dan Tumbuhan di New Mexico State University, mengumpulkan biji Bhut Jolokia ketika mengunjungi India pada 2001. Sesampai di negerinya, dia menanam Bhut Jolokia di dalam kurungan bebas serangga selama tiga tahun agar menghasilkan bibit yang cukup untuk menyelesaikan tes lapangan yang diperlukan. "Nama Bhut Jolokia itu jika diterjemahkan adalah 'cabai hantu'," kata Bosland, "Mungkin nama itu diberikan karena cabai ini begitu pedasnya sampai Anda tidak akan memedulikan hantu lewat ketika Anda makan cabai itu."
Bosland menambahkan, konsentrasi panas Bhut Jolokia yang amat luar biasa bisa membawa dampak signifikan terhadap industri makanan. Cabai ini bisa digunakan sebagai bumbu yang ekonomis untuk makanan dalam kemasan.
Dalam penelitiannya, Bosland menemukan karakter morfologi cabai itu dan mengungkapkan bahwa cabai hantu itu sebenarnya adalah sejenis kultivar Capsicum chinense Jacq. Analisis molekuler dengan marker DNA polymorphic yang diperkuat secara acak membuktikan identifikasi spesies itu. Hal itu sekaligus menyibak kemungkinan adanya introgression genetik atau masuknya gen suatu spesies ke dalam kumpulan gen spesies lain, dari Capsicum frutescens L. ke dalam Bhut Jolokia.
sciencedaily




Komentar Anda :