Celah Berbahaya pada Leopard
Rabu, 07 November 2007 | 10:24 WIB
TEMPO Interaktif, London:
Peningkatan sistem operasi buatan Apple, Leopard, diduga meninggalkan celah masuknya para peretas komputer ke komputer Macintosh. Uji coba ahli menemukan bahwa saat Leopard diinstal ke komputer Macintosh, firewall pada komputer itu mati dan setting-nya berubah.
Jurgen Schmidt, pakar dari Heise Security, yang melakukan tes itu, menemukan bahwa firewall pada Leopard diset dalam keadaan mati. Akibatnya, masuknya koneksi jaringan dari mana pun tak bisa dibendung. Schmidt menyimpulkan firewall tak bisa diandalkan untuk melindungi komputer pengguna.
Schmidt juga menemukan, saat sistem diinstal ke komputer yang firewall-nya sedang aktif, peranti lunak pelindung itu otomatis mati saat komputer dinyalakan ulang. Ketika firewall diaktifkan kembali, peranti itu tak membiarkan pengguna mengetahui proses "berbahaya" yang sedang berjalan pada komputernya.
Apple Inc. belum mengomentari temuan ahli tersebut. Permintaan konfirmasi dari kantor berita BBC belum dijawab hingga kini.
Leopard adalah versi terbaru dari OS X yang diluncurkan pada 26 Oktober lalu. Sejak saat itu, Apple mengklaim telah mendistribusikan lebih dari dua juta kopi peranti lunak tersebut.
BBC | PC WORLD





