Lompatan Leopard Server Apple
Senin, 12 November 2007 | 14:21 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pertengahan pekan lalu, Apple Computer Inc. melepas Leopard-nya di Jakarta. Ini bukan macan tutul, melainkan Leopard Server: versi terbaru dari sistem operasi Mac OS X milik Apple.
Justin Zhang, Manajer OS X Product Marketing Apple Asia Pasific, menyebutkan produk yang mereka luncurkan hari itu sebagai pemutakhiran yang terbaik dari seri Mac OS X. "Leopard Server dilengkapi dengan 300 fitur baru," Zhang menambahkan.
Leopard Server (Mac OS X versi 10.5) ini pun laris manis. Betapa tidak, baru dua minggu sejak diluncurkan di California, Amerika Serikat, pada pertengahan Oktober lalu, Apple mengklaim sudah menjual sebanyak dua juta kopi.
Selain 300 fitur tambahan, Mac OS X Leopard 10.5 dilengkapi desktop terbaru dengan fitur-fitur seperti Stacks, Finder, Quick Look, Spaces, dan Time Machine.
Bukan Apple kalau tidak meluncurkan produk dengan desain yang mencengangkan. Lihat saja kali ini desktop Leopard dilengkapi 3G Dock dengan Stack, yaitu bar serupa panel tembus pandang di dasar layar yang lebih seperti cermin karena bisa memantulkan tampilan di atasnya. Fungsinya untuk mengatur dokumen-dokumen agar dapat diakses dengan cepat dan mudah hanya dengan satu kali klik.
Fitur Finder dilengkapi dengan Cover Flow dan sidebar terbaru untuk kemudahan mencari dan menyalin content dari komputer personal maupun Mac pada jaringan lokal. Content apa saja pada jaringan lokal bisa dicari dengan menggunakan Spotlight atau di-browse dengan menggunakan Cover Flow atau disalin antarjaringan dengan cara drag and drop.
Fitur lainnya adalah Spaces yang digunakan untuk membuat desktop yang dimodifikasi sendiri sehingga memudahkan pengguna mengatur pekerjaan. Customized desktop dapat berisi aplikasi atau dokumen tertentu saja yang diperlukan tiap proyek.
Fitur yang satu lagi, Time Machine, dibangun oleh Apple dengan beberapa alasan. Fitur ini memiliki fungsi untuk mem-back up data otomatis setelah disetel dan menemukan kembali file yang hilang.
Pengguna juga bisa melakukan chatting sambil mengirimkan gambar, data, atau video serta mengganti background layar dengan fitur efek Photo Booth dan Video Backdrops, sehingga lawan chatting mengira Anda sedang berada di tempat yang berbeda.
Apple Senior Vice President of World Wide Marketing Philip Schiller mengatakan, Leopard sangat ideal sebagai server alternatif bagi perusahaan besar maupun kecil. Terutama karena Leopard dilengkapi dengan Podcast Producer untuk menyimpan content yang diunggah secara otomatis ke server dan mengubahnya menjadi podcast yang bisa dimainkan di semua alat.
Leopard juga dilengkapi dengan Wiki Server untuk membuat dan menyunting halaman-halaman web dan iCal yang memudahkan pengguna berbagi kalender, jadwal pertemuan, dan mengatur kegiatan dalam satu kelompok, sekolah, perusahaan kecil, ataupun perusahaan besar.
Server ini juga mendukung beberapa bahasa lokal, seperti Tibet dan Vietnam. Leopard dijual dengan harga Rp 1.496.000 (untuk satu pengguna). Ada juga paket Family Pack dijual seharga Rp 2.327.600 (untuk lima pengguna). Untuk pelanggan yang membeli Mac baru setelah 1 Oktober hanya perlu menambah Rp 110.000 untuk memperoleh Mac OS X versi 10.5 ini.
Leopard mensyaratkan spesifikasi perangkat keras dengan memori RAM minimum 512 megabita dan didesain untuk beroperasi pada komputer Macintosh yang menggunakan prosesor Intel, PowerPC G5, atau G4.
Kartika Candra





