Spider-Man Berkelana di Dunia Maya
Selasa, 27 November 2007 | 12:33 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Marvel Studio tampaknya menyadari betul kedigdayaan Internet, yang sudah terlebih dulu diretas pesaingnya, DC Comics. Studio yang melahirkan para superhero seperti Spider-Man, Fantastic Four, bahkan The X-Men itu akhirnya ikut memboyong koleksi-koleksi komiknya ke dunia maya.
Sepak terjang para superhero rekaan Marvel bisa dinikmati melalui situs Marvel.com, yang diluncurkan pada Selasa pekan lalu. Isi situs Marvel Digital Comics Unlimited ini bisa dinikmati dengan komputer PC dan Macintosh.
Situs ini bisa dinikmati secara berlangganan mulai US$ 4,99 per bulan. Namun, pengunjung juga bisa berselancar dulu ke 250 sampel gratis yang disediakan sebelum memutuskan berlangganan.
Situs komik digital ini menyediakan koleksi komik lawas buatan Marvel, seperti The Amazing Spider-Man, The X-Men, Incredible Hulk, Fantastic Four, dan sebagainya. Ada pula koleksi terbaru, seperti New Avengers dan Joss Whedon's Astonishing X-Men.
Pada saat peluncuran, Marvel sudah "menanam" 2.500 buku komik digital. Rencananya, saban minggu akan ditambahkan setidaknya 20 judul baru.
Agar penikmat komik merasakan sensasi yang berbeda antara menikmati komik dari cetakan kertas dan komik versi digital, Marvel telah "memaster" ulang komik-komik itu. Semua content komik sudah diwarnai ulang dan dibuat digitalnya.
Tak seperti situs layanan musik digital yang memungkinkan pelanggan menikmati layanan lewat pengunduhan, komik Marvel bisa dinikmati secara online saja. Pengunjung cukup berselancar di situs, dengan catatan komputernya sudah mengandung browser Internet dengan Adobe Flash Player 6.0 atau versi yang lebih tinggi.
Pelanggan juga bisa berselancar di situs berdasarkan karakter, penulis, ilustrator, judul buku, mini seri, atau tanggal publikasi. Mereka pun bisa memberikan umpan balik dan rating bagi pembaca lain, juga membuat daftar pembaca pribadi yang bisa dibagi dengan anggota lain.
Pada saat peluncuran, petinggi Marvel mengatakan tujuan Marvel terjun ke bisnis komik digital adalah agar kaum pembaca muda tetap mempertahankan tradisi membaca ketimbang menyaksikan para superhero itu di film-film layar lebar.
Di sisi lain, meledaknya film-film bertema superhero, yang diadaptasi dari komik Marvel, rupanya tak sebanding dengan penjualan komiknya sendiri. "Kami tidak mendapati produk kami mempengaruhi gaya hidup anak-anak sebagaimana masa lalu," kata Dan Buckley, Presiden Marvel Publishing.
Dengan hanya US$ 10 per bulan (atau sekitar Rp 91 ribu), pelanggan bisa mengenal lebih dekat 5.000 karakter komik buatan Marvel dalam situs tersebut. Salah satunya adalah tokoh Spider-Man, yang popularitasnya telah mempertahankan napas perusahaan, yang dikabarkan bangkrut pada 1994.
Di situs itu tersedia 100 edisi Amazing Spider-Man yang paling lawas, dimulai dari debut kisah Peter Parker--sang Spider-Man--pada 1963. Versi digital tetap menampilkan halaman depan komik aslinya, yang menggambarkan Spider-Man berayun di jaring, disaksikan para penontonnya, disertai kata-kata "Freak?! Public Menace!"
Episode itu menjadi andalan promosi Marvel saat meluncurkan situs tersebut. Karena itu, episode tersebut bisa dinikmati secara gratis termasuk 250 edisi lain, seperti 100 edisi awal Fantastic Four, kisah pertama Uncanny X-Men, dan 50 edisi awal Avengers.
Meski sudah menembus Internet, Marvel mempertahankan penjualan buku komiknya sebagai core bisnis. Itulah alasannya mengapa edisi-edisi terbaru tetap akan dipajang terlebih dulu di toko-toko buku sebelum tampil di situs.
Namun, Marvel tampaknya harus berjuang lebih keras mengalahkan popularitas DC Comics, studio yang menciptakan Superman dan Batman. DC Comics sudah lebih dulu menembus Internet dengan bekerja bersama situs jejaring sosial MySpace.
DEDDY SINAGA | MARVEL.COM | MACWORLD | GUARDIAN | AP
BOOKMARK:
Digitalisasi:
Merepresentasikan obyek, gambar, dokumen, atau sinyal (biasanya sinyal analog) dengan kumpulan titik atau sampel yang memiliki ciri-ciri tersendiri. Hasilnya adalah representasi digital atau lebih spesifik disebut imaji digital bagi obyek dan bentuk digital untuk sinyal.





