Menanti Columbus

Senin, 10 Desember 2007 | 20:43 WIB

TEMPO Interaktif, Florida:
Tiga tahun sudah Columbus menanti perjalanannya ke orbit bumi. Namun, laboratorium antariksa Eropa itu sepertinya harus bersabar lagi. Pesawat ulang-alik Atlantis, yang seharusnya membawa Columbus meluncur ke antariksa pada Kamis lalu, ternyata mengalami gangguan teknis sehingga peluncuran berulang kali tertunda.

Sebenarnya, Columbus dijadwalkan terbang pada akhir 2004. Tapi kecelakaan tragis pesawat ulang-alik ruang angkasa Columbia pada Februari 2003 membuat Badan Antariksa Amerika (NASA) menunda penerbangan pesawat lainnya sehingga peluncurannya terkendala.

Penantian Columbus akhirnya berakhir kemarin. Pesawat ulang-alik Atlantis akhirnya siap meluncur menuju Stasiun Antariksa Internasional (ISS). "Semua pihak sepakat bahwa kondisi sudah aman untuk terbang berkat langkah-langkah mitigasi teknis yang kami lakukan sebelumnya," kata manajer program peluncuran, Wayne Hale, di Pusat Antariksa Kennedy, Tanjung Canaveral, Florida, kemarin.

Penundaan peluncuran terjadi karena sensor pengukur bahan bakar memberikan data yang salah pada saat pengisian bahan bakar. Jenis kerusakan ini, menurut para insinyur NASA, adalah problem yang sangat kompleks. "Kami telah melakukan pemeriksaan teknik menyeluruh selama 48 jam nonstop terhadap anomali yang timbul di tangki bahan bakar tersebut," kata Hale. "Sejauh ini laporan yang kami terima segala sesuatunya telah bekerja dengan baik sehingga sekarang sudah ada keputusan bulat untuk berangkat."

NASA sempat deg-degan juga atas gangguan itu. Masa peluncuran sudah mepet karena kondisi cuaca yang tepat tinggal beberapa hari lagi. Tenggat peluncuran, bila melihat kondisi cuaca, adalah Jumat mendatang. "Sampai hari itu peluang untuk melakukan peluncuran, dengan melihat kondisi cuaca, adalah 80 persen," kata Hale. Di luar itu, peluangnya akan menjadi lebih kecil karena kondisi cuaca semakin buruk.

Misi yang diemban Atlantis saat ini memang amat penting, yaitu menuntaskan misinya yang tertunda selama tiga tahun. Selain membawa 11 orang awak selama 11 hari, Atlantis harus mengantar Laboratorium Antariksa Eropa, Columbus. Laboratorium itu harus ditempatkan di stasiun ruang angkasa internasional, yang mengorbit ratusan mil di atas bumi.

Ini menjadi momen bersejarah karena sampai saat ini hanya Amerika Serikat dan Rusia yang memiliki laboratorium sendiri di angkasa luar. "Kami (Eropa) belum pernah memiliki tempat permanen di ruang angkasa sebelumnya," kata Leopold Eyharts, astronot Prancis yang bekerja untuk Badan Antariksa Eropa (ESA).

Eyharts adalah salah satu awak Atlantis sekaligus kru Columbus. Dia akan tinggal di stasiun ruang angkasa itu selama dua setengah bulan untuk menyiapkan Columbus melakukan penelitian ilmiah di masa depan. Awak Columbus lainnya adalah astronot Jerman, Hans Schlegel.

Bagi ESA, ini adalah batu loncatan kontribusi Eropa yang terpenting dalam penerbangan dan penelitian ruang angkasa. Begitu Columbus terpasang, ESA akan menjadi salah satu "pemegang saham penting" dalam pengoperasian dan pemanfaatan satu-satunya tempat permanen manusia di ruang angkasa.

Laboratorium senilai US $ 2 miliar itu memiliki lima rak internal. Dua di antaranya akan ditempatkan di luar modul stasiun antariksa, sedangkan sisanya masuk ke struktur modul.

Schlegel akan menggunakan pakaian khusus EVA (extra-vehicular activity) untuk "berjalan" dan "melayang" di ruang angkasa. Dia punya tugas penting, memasang Columbus ke struktur modul stasiun.

Sedangkan Eyharts akan memainkan peran dalam instalasi, aktivasi, dan tugas-tugas lain dalam fasilitas penelitian Columbus. Ketika sudah berhasil mengorbit, Columbus akan dimonitor oleh Pusat Kontrol ESA di Pusat Operasi Antariksa Jerman di Oberpfaffenhofen, dekat Muenchen.

Eyharts juga bertanggung jawab dalam peluncuran Jules Verne, kendaraan transfer otomatis (ATV) Eropa, yang merupakan pesawat suplai tanpa awak yang akan membawa kargo ke ISS, termasuk makanan, udara, dan air. ATV Jules Verne dijadwalkan menyusul dengan menumpang roket Ariane 5 pada awal tahun depan.

Bila semua tugas itu terlaksana dan Columbus siap bekerja, Eyharts akan kembali ke bumi pada Februari 2008.

amal ihsan | dailyscience | guardian

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :