Misi Baru Sang Pelaut

Senin, 10 Desember 2007 | 20:45 WIB

TEMPO Interaktif, FLORIDA:
Jerman merupakan kontributor terbesar proyek ini dan membiayai 41 persen dari total pengeluaran. Italia menyumbang 23 persen dan Prancis 18 persen. Total ada 10 dari 15 negara anggota ESA yang terlibat dalam proyek prestise ini.

Berbentuk silinder dengan panjang 6,87 meter dan diameter 4,48 meter, Columbus dirancang sesuai dengan kapasitas kargo pesawat ulang-alik Atlantis. Berat Columbus sendiri mencapai 10,3 ton dalam kondisi kosong dan 19,3 ton dengan muatan penuh. Dapat menampung maksimal 3 awak dan membawa 10 perlengkapan penelitian.

Interiornya akan menjadi tempat penelitian berbagai disiplin ilmu. Ada tiga jenis laboratorium untuk melakukan penelitian. Biolab akan melakukan penelitian tentang sel, kultur jaringan, mikroorganisme, dan tumbuhan vertebrata. Modul kedokteran (EPM) akan mengkaji pengaruh kondisi tanpa gravitasi terhadap organisme manusia, seperti perubahan sistem kekebalan tubuh manusia dan keseimbangan cairan. Laboratorium fluida akan mengamati dinamika dan fenomena cairan di kondisi tanpa berat.

Eksteriornya dilengkapi dengan perlengkapan penelitian untuk bidang astrofisika, geofisika, astronomi, dan teknologi, termasuk penjajak kemungkinan untuk mendarat di Mars. Bagian luar juga menjadi tempat transmisi data dan video untuk memantau semua proses dan hasil penelitian.

Saat ini Columbus menjadi komponen stasiun ruang angkasa yang paling mentereng dibanding milik Amerika Serikat atau Rusia. Tapi, Februari 2008, akan datang Kibo, laboratorium keempat dari Jepang, yang menjadi laboratorium terbesar dan tercanggih di antariksa.

amal ihsan | sciencedaily | guardian






Komentar Anda

Kirim