Berharap pada Bintang Jatuh

Selasa, 11 Desember 2007 | 20:34 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

1. Geminid adalah salah satu hujan meteor terbaik tahun ini. Geminid sering menghasilkan 50 atau lebih meteor tiap jam, atau hampir satu meteor per menit.

2. Hujan meteor ini adalah satu dari beberapa meteor yang bisa dinikmati pada sore hari, dengan pemandangan yang sama bagusnya dengan dini hari.

3. Langit gelap tanpa polusi cahaya sangat penting dalam pengamatan hujan meteor. Carilah sebuah tempat observasi bintang.

4. Pada 2007, bulan baru terbit pada petang hari saat puncak hujan meteor. Kehadiran bulan akan mengurangi kecemerlangan hujan meteor itu pada petang hari. Tapi malam tetap gelap sehingga cocok untuk pengamatan.

5. Umumnya hujan meteor tahunan berasal dari komet. Namun, "orang tua" hujan meteor Geminid adalah sebuah obyek misterius bernama 3.200 Phaeton. Obyek tata surya itu kemungkinan adalah asteroid Apollo, sebuah komet yang tidak aktif.

6. Jika ingin melacak meteor Geminid di langit, Anda akan menemukannya melintas dari sebuah titik di langit dalam batas konstelasi Gemini. Titik ini, yang disebut titik bersinar, terletak dekat dengan Castor, bintang terang Gemini.

7. Namun, Anda tak perlu mengetahui di mana letak konstelasi Gemini untuk melihat hujan komet ini. Pada malam puncaknya, meteor Geminid akan melintas di seluruh penjuru langit.

8. Cara termudah untuk mengamati meteor ini adalah bersama banyak orang, masing-masing melihat bagian langit yang berbeda.

EARTHSKY

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :