PC Tablet Layar Sentuh
Kamis, 13 Desember 2007 | 17:34 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Tujuh bulan lalu, Dell Inc. menunjukkan kepada publik video mengenai laptop pertama perusahaan itu yang bisa diubah menjadi komputer tablet. Namanya, Latitude XT. Inilah model komputer jinjing Dell yang paling dinanti oleh banyak peminatnya.
Namun, peluncuran Dell Latitude disalip sehari oleh Portege M700: komputer tablet generasi ke-9 dari Toshiba. Generasi komputer tablet convertible Toshiba dimulai oleh Portege M205 pada 2004. Kemudian berevolusi menjadi Portege M400 yang memperkenalkan penggerak optis dan cip tegangan standar.
Kini Portege M700 adalah komputer tablet pertama Toshiba yang menggunakan layar light emitted diode (LED) backlit berkemampuan layar sentuh. Kemampuan layar sentuh yang sama juga dimiliki Dell Latitude XT. Ukuran diagonal layar kedua komputer tablet ini juga sama, yakni 12,1 inci. Begitu juga resolusi layarnya yang WXGA (1.280 x 800 piksel).
Teknologi layar sentuh Toshiba bisa mendukung pemakaian ujung jari maupun pena stylus. Portege M700 bisa mendeteksi metode penginputan dan secara otomatis mengubah metode input dari pena ke ujung jari dan sebaliknya. Jika kedua metode ini terlacak, Portege akan memprioritaskan penggunaan pena untuk menghindari sentuhan yang tak disengaja.
Layar LED backlit itu memiliki pelapis anti-glare sehingga gambar jernih dan mudah dilihat baik di dalam maupun di luar ruangan dengan beragam kondisi lingkungan. Layar LED backlit menghasilkan mutu gambar yang bagus dan saturasi warna yang kaya. Toshiba mengklaim layar lebar WXGA memiliki 30 persen lebih detail ketimbang layar XGA standar.
Sementara itu, layar Dell Latitude memiliki dua pilihan sumber sinar: LED backlit dan cold cathode fluorescent lamp (CCFL). Lampu floresensi katoda dingin memberikan sinar yang lebih terang, yakni 400 nit--satuan tingkat cahaya, setara dengan candela per meter persegi, cocok untuk penglihatan di luar ruangan. Adapun LED backlit memberikan sinar 220 nit, untuk di dalam ruangan.
Dell Latitude XT memiliki kesamaan spesifikasi dengan Fujitsu LifeBook T2010 dan Lenovo ThinkPad X61 Tablet. Ketiganya tidak memiliki penggerak optis dan bobotnya di bawah 1,8 kilogram. XT memakai cip Ultra Low Voltage Intel Core 2 Duo U7600 (1,2 gigahertz) dan memori RAM 1 gigabita DDR2. Ia juga menggunakan kartu grafis Radeon Xpress 1250 dari ATI dan hard disk 120 GB. Harga jualnya diperkirakan US$ 2.499 (Rp 23,14 juta).
Sementara itu, Toshiba Portege M700 memiliki spesifikasi lebih tinggi, yakni cip Intel Core 2 Duo T75001 (2,2 GHz), RAM DDR2 2 GB, Intel Graphics Media Accelerator X3100, penggerak DVD SuperMulti, dan hard disk 160 GB SATA (5.400 RPM). Dengan harga ritel US$ 1.799 (Rp 16,68 juta) per unit.
Kehadiran dua komputer tablet layar sentuh ini kian menguatkan anggapan bahwa layar sentuh kini menjadi tren. Teknologi layar sentuh meroket ketika Apple meluncurkan iPhone dan Microsoft memperkenalkan Surface PC. Dell saat ini tengah memasak teknologi layar multisentuhnya sendiri. Layar yang memiliki sensor-sensor yang bisa melacak kelima jari tangan pengguna itu setidaknya baru muncul tahun depan.
TOSHIBA | PCWORLD | PCMAG | CNET | TABLEPCREVIEW | DIGITALTRENDS | ZDNET | DODY HIDAYAT




Komentar Anda :