Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Japanese  
Mandarin  
Apa Itu RSS?
   

Controller? No way!
Selasa, 18 Desember 2007 | 09:56 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Siapa yang bisa menyangkal keasyikan yang dibawakan oleh Nintendo Wii? Tak hanya kapal pesiar Norwegia yang merasa harus memasang konsol itu untuk melengkapi hiburan bagi para penumpangnya. Tapi juga animo besar dari kakek-nenek di banyak panti jompo Amerika Serikat menjadi salah satu penyebab langkanya konsol itu pada akhir tahun ini.

Pengalaman baru dalam berinteraksi dengan sebuah gadget atau perkakas elektronik memang selalu menarik untuk dieksplorasi. Buktinya, bukan hanya Wii yang "laris-manis-tanjung-kimpul". Tengok juga euforia Apple iPhone, yang bakal sampai di Indonesia pada awal tahun depan.

Tapi, tunggu dulu, ada yang lebih heboh daripada Nintendo Wii, yaitu teknologi kamera 3DV, yang dikembangkan oleh 3DV Systems, sebuah perusahaan Israel yang berbasis di Yokne'am. Sistem ini telah diterapkan pada sebuah kamera web yang diberi nama ZCam.

Kamera ini mampu mendeteksi gerakan penggunanya secara real time tiga dimensi. Jadi bermain game tak harus lagi menenteng controller di kedua tangan. Semua bisa dilakukan dengan tangan kosong dan pengguna mampu mengendalikan permainan tanpa membutuhkan control pad. Sebab, di sini gerakan tubuh berfungsi menjadi input tiga dimensi bagi sistem.

"ZCam membuat cara baru bermain game, yang sebelumnya tak mungkin dilakukan, yaitu dengan berinteraksi secara intuitif dan sangat alamiah," ujar Zvika Klier, Chief Executive Officer 3DV Sytems.

Misalnya saja dalam sebuah game tinju. Sosok yang diperankan oleh pemain di layar monitor akan mengikuti gerakan pemain. Maka pemain harus benar-benar bergerak meninju agar tokohnya mampu menjatuhkan lawan di dalam permainan.

Selain dapat mendeteksi gerakan obyek (pengguna) ke kanan-kiri atau atas-bawah, kamera ini juga mampu mengenali gerakan maju-mundur. Pasalnya, kamera ini dilengkapi dengan sebuah chipset (IC) DeepC, yang dalam waktu dekat juga akan dijual secara komersial.

IC ini membuat kamera mampu mendeteksi jarak obyek di hadapannya, berdasarkan prinsip time of flight (waktu layang), seperti pada radar pesawat terbang. Selain menggunakan sensor gambar warna normal, setiap piksel sensor kamera melepaskan pulsa inframerah yang akan dipantulkan oleh obyek.

Pantulan tersebutlah yang akan memberikan informasi kedalaman obyek secara real time. Secara teoritis, teknologi ini mampu merekam gerakan obyek di hadapannya hingga lebih dari 60 frame per detik dengan resolusi sebesar 1,3 megapiksel dan sensitivitas kedalaman obyek (perbedaan jarak) antara 1-2 sentimeter.

Selain untuk aplikasi game, kamera web ini dapat digunakan untuk melakukan konferensi web dan mengganti gambar latar yang asli. Sedangkan secara umum, teknologi 3DV ini juga dapat diaplikasikan di bidang otomotif, komputer, game video, serta robot.

Sebenarnya, sebuah perusahaan lain, GestureTek, telah lebih dulu menerapkan teknologi yang mirip, yaitu pada telepon seluler NTT Docomo P9041 buatan Sharp. Dalam ponsel tersebut, sebuah game tinju bernama Chokkan Boxing juga dikendalikan oleh gerakan badan pemain (menghindar dan meninju), yang dideteksi melalui kamera CMOS 110 kilopiksel.

Bedanya, software ponsel tersebut hanya mampu memperkirakan gerak obyek dengan membandingkan posisi obyek sebelumnya terhadap gambar-gambar obyek berikutnya dari waktu ke waktu. Artinya, hasilnya masih terasa kurang sensitif karena ia tetap merekam pergerakan obyek secara dua dimensi.

ZCam muncul dengan casing yang kuat, dengan dudukan kaki yang lebih kecil. Ia juga dilengkapi software kit bagi para pengembang. Dengan kamera ZCam, gerakan yang dilakukan oleh para pemain game akan terasa lebih leluasa dan akurat.

Dan, yang pasti, dengan kamera ini para opa-oma yang sebelumnya sudah kecanduan bermain Wii dijamin tak akan cepat letih saat bermain game. Sebab, mereka tak perlu lagi mengeluarkan banyak energi untuk menggenggam gagang controller erat-erat.

techgadget | broadcastengineering | csmonitor | indra darmawan


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Penyimpan Portabel Modis
Optimus Touch Tiruan iPod Touch
PC Tablet Layar Sentuh
Si Tangguh untuk Para Petualang
Ponsel Foto Berwajah Ganda
Makin Singset Berkat Chipset
Masyarakat Teknologi Informasi Terbentuk Tahun Depan
Ponsel Cerdas Penerus Prada
Dendang Ponsel Negeri Ginseng
Ponsel Multisentuh Sharp
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk113749 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< December,2007>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data