Memainkan Petualangan Serigala
Jum'at, 04 Januari 2008 | 10:25 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Mengajarkan rasa cinta pada satwa liar tak hanya melalui kampanye atau slogan. Kebun Binatang Minnesota di Amerika Serikat menelurkan cara lain dengan membuat sebuah video game gratis.
Video game bertajuk WolfQuest itu berkisah tentang petualangan serigala di Taman Nasional Yellowstone. Pemain akan menikmati perjalanan sang serigala melintasi dataran rendah, hutan, ngarai, dan lereng yang curam.
"Anda mesti belajar bagaimana berburu, bertahan hidup, mempertahankan wilayah, dan menemukan pasangan," kata Asisten Direktur Pendidikan Minnesota Zoo Grant Spickelmier, yang memimpin proyek game tersebut, di Apple Valley kemarin.
Episode pertama game itu, "Amethyst Mountain", dirilis resmi pada 20 Desember lalu. Game ini bisa diunduh secara gratis di situs http://www.wolfquest.org. Menurut Spickelmier, sampai Rabu kemarin, game itu sudah diunduh 13.500 kali.
Pada episode awal ini, serigala berkelana di Pegunungan Amethyst di Yellowstone. Pemain bisa membuat serigala tersebut berburu rusa dan kelinci. Mangsa dideteksi dengan mata dan penciumannya.
Ketika mangsa terdeteksi, akan ada tanda berupa penampakan di layar dan latar belakang akan berubah menjadi hitam-putih. Layar juga menampilkan usia mangsa tersebut. Lalu, hup! Serigala pun menerjang mangsanya.
Tak hanya berburu, pemain juga bisa bersosialisasi dengan kawanan serigala lainnya dengan bahasa tubuh dan suaranya. Misalnya untuk bergabung dengan suatu kawanan atau kawin.
Agar serigala tersebut bisa mengeluarkan lolongan, pemain hanya perlu menekan tombol "H" di keyboard. Pada episode berikutnya, lolongan ini bermanfaat untuk mengumpulkan kawanan serigala.
Episode berikutnya akan diluncurkan secara berkala pada tahun ini dan mengeksplorasi kawasan yang lebih luas di Taman Nasional Yellowstone. Pada episode berikut, serigala bisa memperluas wilayah kekuasaan, mempertahankan buruan dari beruang yang lapar, membesarkan anak, dan membunuh domba di kawasan penggembalaan terdekat.
WolfQuest bisa dimainkan seorang diri atau lebih dari lima pemain secara online. Pemain juga dapat saling terhubung lewat ruang chat dan berbagi tip. Bahkan perburuan seekor rusa yang kelewat kuat pun bisa dilakukan bersama-sama.
Kebun Binatang Minnesota menciptakan game itu bersama dengan Eduweb, sebuah peranti lunak pendidikan, dengan biaya US$ 508.253, bantuan dari National Science Foundation. Proyek itu juga melibatkan Kebun Binatang Nasional di Washington, Kebun Binatang Phoenix, Yellowstone, dan International Wolf Center.
Mereka membuat game itu untuk remaja berusia 10-15 tahun yang, menurut penelitian, kebanyakan sudah enggan ke kebun binatang. "Kami berharap anak-anak itu bisa kembali (mengunjungi kebun binatang)," kata Spickelmier. Selain itu, dia berharap anak-anak ini tertarik pada konservasi serigala dan biologi.
Riley Breckheimer, bocah 11 tahun dari Apple Valley, telah menjajal game itu pada saat pesta peluncuran. "Menarik sekali," katanya. Dia berhasil memangsa seekor kelinci berkaki putih dan rusa.
Menurut dia, game itu membuatnya bisa menghargai serigala. "Mereka bisa berlari bermil-mil hanya untuk menangkap seekor rusa, sesuatu untuk dimakan," kata bocah lelaki itu.
Game ini mendapat pujian dari David Walsh, Presiden Institut Nasional Media dan Keluarga, kelompok yang mempelajari dampak media pada kesehatan anak dan pembangunan. Mereka juga kerap mengkritik game yang berbau kekerasan.
"Game ini membawa nilai-nilai pendidikan dan alternatif yang bagus terhadap game-game tembak-tembakan yang begitu populer di tengah remaja seusia itu," katanya.
DEDDY SINAGA | AP | WOLFQUEST | THE GAME REVIEWS | GAMINGTODAY
Topik :




Komentar Anda :