Layar Sentuh Minim Tombol

Selasa, 22 Januari 2008 | 10:16 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:

Inilah pesaing terdekat pemutar musik portabel (PMP) buatan Apple Inc., iPod Touch. Saat Samsung merilisnya pada September tahun lalu, banyak pihak bertanya-tanya, apakah P2, nama PMP buatan Samsung itu, sehebat Touch?

Yang jelas, kecanggihan salah satu seri dari label YEPP itu telah membuat majalah TIME menempatkannya sebagai salah satu dari 10 gadget terbaik pada 2007.

Sebagaimana Touch, P2 memakai layar sentuh sebagai antarmukanya. P2 hanya sedikit menggunakan tombol, yakni tombol-tombol on/off, kontrol volume, dan pengunci keypad, di samping tubuhnya yang ramping (dimensinya 52 x 100 x 9,95 milimeter).

Menu pada layar 3 inci itu bisa diset dalam tiga model, Cosmos, My Skin, atau Matrix. Menu Cosmos menampilkan susunan orbit di ruang angkasa. Menu akan tampil satu per satu, seperti sedang berselancar di ruang angkasa.

Pada My Skin, menu tampil dalam bentuk ikon-ikon kecil di bawah layar. Pengguna tinggal menggeser jari ke kiri dan kanan. Adapun menu Matrix menampilkan ikon dalam bentuk grid.

Di bawah layar terdapat sebuah lampu LED, yang bisa berganti-ganti warna. Warna merah dan hijau menggambarkan kondisi tenaga baterai. Adapun warna biru muncul ketika bluetooth-nya aktif.

Selain layar sentuh, tentu saja fitur utama P2--yang disediakan dalam tiga pilihan warna, hitam, merah gelap, dan putih--adalah pemutar audio digital. P2 juga sanggup memutar radio FM, tapi tak ada fitur perekam siaran radio itu.

File-file musik diatur berdasarkan artis, album, dan genre. Kualitas sound bisa diatur dengan menu equalizer tujuh band.

Saat musik dimainkan, layar menampilkan menu playback yang detail. Di bawah layar terdapat menu konteks, on screen, dan sound effect. Di atasnya ada menu play/pause, dan pemilih track. Menu-menu ini bisa diakses cukup dengan menggeser jari ke kanan dan ke kiri.

P2 juga bisa memutar video dan menampilkan foto digital. Hanya, formatnya begitu terbatas. P2 hanya mendukung format audio MP3 dan WMA, format MPEG-4, SVI, dan WMV untuk video, serta format JPEG untuk foto.

Untuk mengatasi keterbatasan itu, tersedia Samsung Media Studio (disediakan dalam bentuk cakram kompak software), yang memiliki tool untuk konversi file.

P2 bekerja baik dengan layanan musik digital Rhapsody. Lewat Rhapsody to Go, pengguna bisa langsung menyalin lagu dan foto.

Klip video bisa ditampilkan dalam posisi horizontal. Menariknya, menu kontrol juga akan mengikuti posisi itu meski P2 tak mengandung fitur accelerometer, sebagaimana iPod Touch atau iPhone.

Fitur unggulan lain adalah konektivitas bluetooth, yang membuatnya mudah disandingkan dengan perangkat lain yang mengandung konektivitas sama, seperti telepon seluler, pemutar MP3 lain, atau headphone.

Rencananya, Samsung akan meningkatkan performa bluetooth untuk mendukung panggilan telepon. Bila P2 tersambung dengan ponsel, pengguna bisa menjawab panggilan telepon melalui pemutar musik itu.

P2 dijual seharga US$ 200 (4 gigabita) dan US$ 250 (8 gigabita). Harga ini membuatnya berada di bawah iPod Touch. Namun, harga P2 setara dengan versi 16 gigabita dari Sansa View buatan SanDisk dan ZEN dari Creative.

DEDDY SINAGA | CNET | PCMAG | ZDNET | ENGADGET

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :