|
Hobbit Juga Ada di Pasifik
Senin, 17 Maret 2008 | 20:45 WIB
TEMPO Interaktif, JOHANNESBURG:
Keterangan yang dipublikasikan oleh Witwatersrand University, Johannesburg, Afrika Selatan, pekan lalu ini mengungkapkan bahwa fosil manusia penghuni gua di Kepulauan Palau, 600 kilometer sebelah timur Filipina itu tingginya sedikit di atas 1 meter. Fosil tersebut juga menunjukkan ciri fisik yang sama dengan spesimen Homo floresiensis yang ditemukan di Flores pada 2004.
Fosil ini semula adalah hasil temuan paleoantropologis Afrika Selatan, Lee Berger, ketika dia sedang berlibur di kepulauan micronesia itu pada 2006. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah PLoS ONE edisi terbaru.
Selama ini, fosil manusia Flores disebut hobbits, sesuai dengan tokoh pahlawan karangan J.R.R Tolkien yang memiliki tubuh kerdil dan kaki berbulu, yang menjadi pusat perdebatan ilmiah apakah mereka spesies manusia yang belum diketahui atau sekadar manusia biasa, Homo sapiens, yang cacat.
"Fosil Palauen ini memperlihatkan beberapa ciri mengejutkan yang sebelumnya digunakan untuk menggambarkan hobbit sebagai spesies unik," kata Berger. Beberapa ciri unik tersebut adalah tubuh kecil dengan gigi berukuran besar, wajah yang kecil, dan dagu yang mengecil.
Sepulang liburan, Berger dan tim ilmuwan dari Universitas Duke and Rutgers di Amerika Serikat serta beberapa mahasiswa Witwatersrand kembali ke pulau itu untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. "Apa yang kami temukan amat mengejutkan para peneliti kami yang paling berpengalaman, bahkan pejabat Palau yang mendampingi kami," kata Berger.
Bonita de Klerk, mahasiswa tingkat doktoral Universitas Witwatersrand yang turut meneliti fosil ini, mengatakan bahwa gua yang ditemukan Berger berisi puluhan individu manusia purba itu. "Ketika digali, pasir yang menutupinya sebenarnya terbuat dari serpihan tulang manusia," kata De Klerk.
Manusia kerdil Palauen ini diyakini menghuni kepulauan itu antara 1.400 dan 3.000 tahun lampau. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa gua kedua menyimpan kumpulan tulang yang jauh lebih banyak. "Kepulauan berbatu ini memiliki banyak gua batu dan umumnya tempat seperti itu mengandung banyak sekali kerangka manusia yang telah menjadi fosil atau subfosil," begitu yang tertulis dalam laporan tersebut.
Para ilmuwan memperkirakan ada 10 gua pemakaman yang ditemukan di kepulauan itu. Penggalian di salah satu gua, Chelechol ra Orrak, telah menemukan setidaknya tulang kerangka dari 25 individu. "Hal ini menunjukkan bahwa perlu upaya eksplorasi lebih mendalam di wilayah terpencil itu," kata Berger.
AFP | SOFTPEDIA
INDEKS BERITA LAINNYA :
|