Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Japanese  
Mandarin  
Apa Itu RSS?
   

Ditemukan, Biang Kanker Payudara
Rabu, 19 Maret 2008 | 13:57 WIB

TEMPO Interaktif, Berkeley: SATB1, protein yang sudah lebih dulu terkenal dengan peran kuncinya dalam sistem kekebalan tubuh, ternyata memiliki sisi buruk. Tim ahli genetik di Amerika Serikat mengidentifikasinya sebagai protein nuklir yang mendorong kanker payudara mematikan.

Tim itu, seperti dimuat dalam jurnal Nature pada 13 Maret lalu, melukiskan SATB1 sebagai "master regulator" yang mengantar tumor di payudara memasuki fase metastasis, yakni proses ketika kanker menyebar ke organ lain. Ketika teraktivasi secara berlebihan, gen tersebut mampu mengubah perilaku sedikitnya 1.000 gen lain dalam sel-sel tumor. Tapi, ketika dinetralkan kembali, gen yang sama membuat sel-sel ini stop membelah diri dan mencegah terjadinya migrasi.

"SATB1 akan menjadi target yang menggiurkan untuk terapi kanker," kata ketua tim, Terumi Kohwi-Shigematsu, peneliti dari Lawrence Berkeley National Laboratory, di Berkeley, California.

Terumi menggandeng Hye-Jung Ha dan Yoshinori, dari laboratorium yang sama, serta Josse Russo dari Fox Chase Cancer Center di Philadelphia. Mereka akan melakukan studi terhadap lebih dari 2.000 spesimen tumor kanker payudara. Studi tersebut pada dasarnya melanjutkan penelitian yang sudah dirintis sejak awal 2000.

Dalam studinya yang terbaru, Terumi dan kawan-kawan menemukan bahwa kadar SATB1 yang tinggi terkait secara signifikan dengan kanker mematikan. Mereka menginjeksinya ke dalam tubuh tikus-tikus percobaan dan mendapati kecenderungan kanker menyebar ke bagian tubuh lain alias metastasis yang meningkat drastis.

Sebaliknya, secara krusial, tim sedikit sekali atau bahkan tidak sama sekali mendapati modul metastasis apabila SATB1 dilumpuhkan. Terumi menyatakan penemuan ini memberi pemahaman baru tentang bagaimana sebuah tumor kanker solid bisa memecah dan menyebar. "SATB1 terbukti meningkatkan ekspresi gen-gen yang mempromosikan pertumbuhan tumor. Dan sebaliknya, menekan atau mengurangi ekspresi penghambat tumor," katanya.

Di antara ratusan gen yang bisa diprogram ulang oleh SATB1, ada yang terlibat dalam stimulasi faktor-faktor pertumbuhan. Begitu pula dengan gen yang mengatur kemampuan sel-sel untuk melekat satu sama lain atau gen yang mengirim sinyal pertumbuhan dari satu sel ke sel lain. Seluruh fitur gen itu dibutuhkan dalam fase metastasis.

Sampai saat ini belum ada cara yang bisa memprediksi apakah sel kanker dalam sebuah tumor akan merambah ke jaringan organ tetangga, tumpah ke sistem peredaran darah, dan membentuk tumor baru di organ lain dalam tubuh. Protein SATB1 nantinya bisa menjadi penanda gejala tersebut.

Kalau itu bisa dilakukan, tentu akan sangat menolong. Metastasis selama ini merupakan penyebab kebanyakan kematian pasien tumor. Kalau sudah metastasis, biasanya hanya kurang dari 10 persen wanita penderita tumor yang bisa bertahan lebih dari 10 tahun. Hanya sekitar seperempatnya yang sampai lima tahun.

Len Lichtenfeld, Deputy Chief Medical Officer American Cancer Society, menyebutkan peran baru SATB1 ini mirip dengankonduktor orkestra. Secara mendasar, kata dia,studi itu berhasil mengidentifikasi sebuah protein yang bisa menciptakan sebuah lingkungan yang memungkinkan sekaligus banyak gen menjadi jahat.

Meski begitu, Lichtenfeld mengingatkan, temuan tersebut masih terlalu baru dan masih cukup jauh untuk bisa dimanfaatkan secara klinis. Seperti yang diakui oleh Terumi, studi ini masih akan ditindaklanjuti dengan mempelajari ekspresi biang gen yang sama dan efeknya pada manusia. "Kami belum tahu pasti apa yang akan terjadi, tapi, menurut kami, akan sama (seperti pada tikus)," katanya.



l WURAGIL | BERBAGAI SUMBER


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Rumah Sakit Kanker Mochtar Riady Beroperasi Tahun Depan
Yayasan Kanker Bantu Pengobatan Pasien
Yayasan Kanker Keluhkan Tayangan Pengobatan Alternatif
Pemerintah Diminta Sosialisasi Kanker Payudara
Penyebab Kanker Belum Ditemukan
Departemen Kesehatan Bentuk Subdirektorat Kanker
Mengidap Kanker Payudara, Kondisi Isteri PM Badawi Masih Lemah

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119503 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data