Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Japanese  
Mandarin  
Apa Itu RSS?
   

Ditemukan, Dunia Raksasa Bawah Laut Antartika
Senin, 24 Maret 2008 | 16:36 WIB

TEMPO Interaktif, Wellington:Tim ilmuwan yang melaksanakan survei komprehensif di perairan Antartika wilayah Selandia Baru menemukan kerajaan biota laut. Beberapa spesies menarik menghiasinya, termasuk ubur-ubur dengan tentakel hamping sepanjang 4 meter dan bintang laut raksasa yang diameternya hampir 1 meter.

"Ekspedisi 3.200 kilometer di Laut Ross ternyata sangat mengesankan, karena kami menemukan beberapa spesies baru," kata Chris Jones dari Badan Atmosfer dan Kelautan Amerika Serikat. Banyak ilmuwan kelautan yang nyaris gila karena gembira.

Temuan-temuan itu, kata Jones, tetap harus dipelajari oleh para ahli biologi kelautan untuk memastikan apakah benar baru. Meski begitu, survei merupakan metode paling komprehensif yang pernah dilakukan di Laut Ross. Selama ini, beberapa penelitian kecil memang telah dilakukan di sana dan tidak mengungkap hasil yang mengejutkan.

Dari survei terbaru, ilmuwan kelautan dari Institut Perairan Selandia Baru, Stu Hanchet, mencontohkan penemuan lainnya berupa bakung laut atau crinoid yang memanjang ratusan meter di dasar perairan dangkal Laut Ross. "Kami belum pernah melihat hamparan crinoid yang begitu besar di belahan dunia lain," katanya. "Beberapa spesies sea lilies yang ada juga tampak asing," dia menambahkan.

Banyak spesies raksasa, mulai bakung laut, ubur-ubur, sampai bintang laut sebesar nampan pizza, diduga disebabkan oleh dinginnya suhu, langkanya predator, dan tingginya kadar oksigen. Total sekitar 30 ribu spesimen berkumpul, yang ratusan di antaranya ada kemungkinan spesies baru.

Hanchet menjelaskan survei digelar sebagai bagian dari program Tahun Kutub Internasional yang melibatkan 23 negara untuk bekerja sama dalam survei kehidupan laut dan habitatnya di Antartika. Program selama 50 hari penuh ini diharapkan mampu menentukan efek pemanasan global terhadap kutub di selatan Bumi itu.

AMAL IHSAN | LIVESCIENCE


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

30 Perusahaan Tersangkut Paten
Semut Tak Suci-suci Amat

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119713 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

DKI Sisir Kawasan Radio Dalam
Rumah Duka Sophan Sophian Dikerumuni Wartawan
Menabrak Pakem Seni Trimatra
Sophan Meninggal Dalam Perjalanan Ke Rumah Sakit
Sophan Sophian Ingin Jadi Duta Besar

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data