Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Japanese  
Mandarin  
Apa Itu RSS?
   

Padang Garam di Mars
Kamis, 27 Maret 2008 | 11:56 WIB

TEMPO Interaktif, : Sebagian permukaan Mars ternyata tertutup garam. Indikasi ini ditemukan oleh wahana Mars, Odyssey, milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang mendeteksi endapan mineral klorida itu di belahan selatan Mars.

Para ilmuwan menduga mineral tersebut merupakan sisa dari lautan atau danau yang mengering 3,5-3,9 miliar tahun lalu. Saat itu, iklim di Mars lebih hangat. Laut mengering dan garam-garam itu mengkristal karena penguapan yang terjadi ketika tekanan atmosfer semakin rendah.

Kemungkinan kedua, saluran air di dalam tanah yang kadang membawa air ke permukaan dan masuk kembali ke tanah dengan meninggalkan garam yang makin lama makin terakumulasi. "Apapun yang terjadi membuktikan adanya air yang menutupi permukaan di masa lampau," kata Philip Christensen, anggota tim peneliti dari Arizona State University, Amerika Serikat.

Christensen dan kawan-kawan mendapati 200 tempat yang tertutup garam di Mars. Semuanya berada di lintang tengah dan rendah, dekat dengan wilayah berkawah di bagian selatan planet. "Garam di sana tidak berbeda dengan sodium klorida yang ada di meja makan kita," katanya.

Saat ini, NASA bergairah memandang padang garam tersebut sebagai lokasi yang tepat untuk mengendus jejak kehidupan yang mungkin ada pada saat itu. Robot penjelajah, Rover, yang selama ini sibuk mendeteksi fosil fosfat dan aluminum pun akan segera dibelokkan ke sana.

"Garam adalah mineral yang tepat untuk mengawetkan material organik," kata Christensen. "Jika ada kehidupan di masa lalu, bukti-bukti itu pasti masih ada di sana," katanya.

Andrew Knoll, astrobiolog dari Universitas Harvard, mengingatkan bahwa temuan garam bisa jadi pedang bermata dua. Menurut dia, air memang merupakan indikator lingkungan pertama yang bisa menyatakan kehidupan. "Tapi hanya air yang kadar garamnya rendah,"katanya.
l AMAL IHSAN | LIVESCIENCE

Kredit foto Situs-situs Temuan Garam:
NASA/JPL-Caltech/University of Arizona/Arizona State University/University of Hawaii


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Nyamuk Saba Kota
Ditemukan, Dunia Raksasa Bawah Laut Antartika
30 Perusahaan Tersangkut Paten
Semut Tak Suci-suci Amat

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk119887 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pengadilan Denpasar Tolak Sidangkan PK ke-III Amrozi
Mahasiswa Blokir Pintu Masuk DPRD
Status Egon Diturunkan
Polisi Usut Pembalakan Liar di Papua
Tim Uber Indonesia Ditantang Jerman di Semifinal

<< March,2008>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data