Jurus Tai Chi Tangkal Diabetes

Jum'at, 04 April 2008 | 13:57 WIB

TEMPO Interaktif, BRISBANE: Siapa yang tak kenal diabetes. Sebanyak 250 juta orang di dunia saat ini dibuat menderita karenanya.

Penyakit yang satu ini membuat tubuh gagal memproduksi insulin, yang bertugas mengubah glukosa menjadi energi. Akibatnya, kebutaan, amputasi anggota tubuh, gagal ginjal, tekanan darah tinggi, sampai gagal jantung bisa mudah mendera.

Banyak terapi dicari untuk bisa mengatasi diabetes. Di antaranya adalah yang diperkenalkan lewat hasil riset terpisah di Australia dan Taiwan belum lama ini. Tai chi. Ya, keduanya memiliki kesimpulan sama bahwa olah kanuragan yang dipraktekkan jutaan orang di Cina dan banyak bagian dunia lainnya itu ternyata dapat menekan gejala diabetes, yang dipicu oleh gaya hidup (tipe 2).

Kedua riset sama-sama membagi responden penderita diabetes tipe 2 menjadi dua kelompok besar. Di Taiwan, kelompok yang pertama diminta berlatih jurus-jurus tai chi rutin selama beberapa jam dalam seminggu selama tiga bulan. Mereka dibekali dengan instruktur khusus dan video sebagai panduan berlatih di rumah.

Di ujung tiga bulan, kondisi para penderita diperiksa dan diperbandingkan dengan kelompok kedua yang dibebaskan dari berlatih tai chi. Hasilnya, perbaikan kondisi kesehatan secara signifikan pada kelompok pelaku senam bela diri tai chi.

Indikator yang digunakan adalah sel penolong T, komponen kunci dalam sistem kekebalan tubuh. Sel ini memproduksi elemen kimia penting, seperti interleukin, yang dibutuhkan tubuh untuk bereaksi melawan setiap infeksi virus asing.

Para peneliti menemukan level glycated haemoglobin (gula berlebih yang dibawa sel darah merah) pada kelompok penderita diabetes yang rutin melakukan tai chi, turun dari rata-rata 7,59 persen menjadi sekitar 7,15 persen. Ini tergolong signifikan.

Aktivitas sel T melonjak yang ditandai dengan level interleukin-12 yang meningkat dua kali lipat. Kondisi itu berbanding terbalik dengan level interleukin-4, penghambat efektivitas sistem kekebalan tubuh. Unsur yang terakhir itu turun.

"Kami menjadi yakin tai chi dapat menurunkan level glukosa dalam darah sekaligus memperbaiki metabolisme glukosa dalam darah, yang akhirnya memicu peningkatan kekebalan tubuh," ucap ketua tim peneliti dari Rumah Sakit Kaohsiung, Taiwan, Kuender Yang.

Tak tanggung-tanggung, dalam studi di Universitas Queensland, Australia, program berlatih tai chi dipadu dengan qigong--bentuk senam pernapasan lain dari Cina--dalam periode yang sama terbukti memperbaiki level gula darah dan "sindroma metabolisme" bagi pasien dewasa dan usia tua. Tiga orang di antara respondennya, setelah diperiksa, bahkan dinyatakan sembuh total dari diabetes karena tak lagi terbukti mengalami resistensi terhadap produksi insulin.

Bukan cuma itu, pada akhir 12 minggu, rata-rata berat badan mereka turun sekitar 3 kilogram dan lingkar pinggangnya berkerut rata-rata 3 sentimeter. Sudah cukup? Belum. Tekanan darah yang semula tinggi menjadi berkurang, sedangkan tekanan darah yang semula rendah justru menjadi stabil.

Para responden juga mengaku kualitas tidur menjadi lebih baik sehingga bangun lebih kuat dan berenergi. Keluhan sakit berkurang plus nafsu makan berangsur normal.

Cathy Loulton dari Lembaga Diabetes Inggris menyatakan tai chi memang selama ini diyakini sangat berguna. Senam bela diri itu, seperti aktivitas lain yang membuat tubuh berkeringat, hangat, dan napas yang menderu sedikit lebih cepat, tapi pelaku masih bisa berbicara dengan baik, mampu menurunkan tingkat stres. Adrenalin yang bisa memicu resistensi insulin pun bisa dicegah pelepasannya.

Loulton menyarankan penderita diabetes melakukan aktivitas fisik sedang selama 30 menit selama 5 hari dalam seminggu. Pilihannya jelas tak cuma senam tai chi, Wendy Brown, ketua tim peneliti di Australia, juga mengatakan, "Latihan senam tai chi jauh lebih efektif hasilnya, lebih mudah dilakukan dibanding latihan berbasis gym dan tidak memerlukan peralatan latihan yang rumit atau mahal."

l amal ihsan/sciencedaily/afp/university of queensland



Planet Termuda Ditemukan






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: