Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Japanese  
Mandarin  
Apa Itu RSS?
   

Anglerfish Aneh
Senin, 07 April 2008 | 12:02 WIB

TEMPO Interaktif, Seattle:Ikan yang satu ini berwajah datar, berkulit sangat lentur, dan bisa merangkak. Mblesek-mblesek di antara celah sempit terumbu karang adalah keahliannya. Keahlian yang diduga membuatnya selama ini dianggap tak ada.

Tapi tidak sampai 28 Januari lalu. Saat itu sepasang suami-istri, Buck dan Fitrie Randolph, ditemani instruktur selam Toby Fadirsyair, berhasil menangkap basah keberadaannya di bawah laut di perairan pelabuhan Ambon, Maluku. Dua bulan berselang, seekor yang dewasa dan dua lainnya yang lebih muda terlihat lagi. Selasa lalu, ketahuan kalau seekor di antara yang dewasa ternyata telah meninggalkan telur dalam jumlah besar.

Pasangan Randolph, sebagai penemu pertama, adalah pemilik sebagian "saham" Maluku Divers tempat Toby bekerja. Pasangan tersebut bersama Andy Shorten, pemilik Maluku Divers lainnya, sempat ingin merahasiakan temuan demi kebaikan jenis ikan itu sendiri.

Namun, setelah adanya temuan susulan atas individu jenis ikan yang sama, mereka mulai berani memampangkan fotonya di situs. Apalagi belakangan Toby ingat kalau ia pernah melihat ikan serupa itu ketika menyelam 10-15 tahun lalu. "Hanya, dulu corak warnanya berbeda," katanya.

Randolph dan Shorten lalu mulai mencari tahu identitas ikan itu terang-terangan. Beragam buku referensi lalu dibolak-balik, tapi ketiganya tak mendapati jenis apa sebenarnya ikan itu.

Tidak hanya kelakuan, bentuknya juga unik. Sepasang matanya hampir menatap ke depan, mirip sepasang mata manusia. Tubuhnya yang bermotif zebra memiliki kombinasi warna peach dan sengatan matahari. Dan mirip kodok karena kerut lipatan kulitnya menyembunyikan bentuk normal sirip-siripnya.

Ikan sebesar tinju tangan ini lebih mirip pahatan dari gelas. Tapi, ya itu, jauh dari sifat gelas yang keras dan gampang pecah, tubuh ikan ini lembut dan cukup lentur untuk mengelak dan meloloskan diri ke dalam celah sempit terumbu karang.

Suami-istri Randolph dan Toby akhirnya bertanya-tanya mungkinkah ikan itu mewakili keluarga baru dalam dunia bawah air yang selama ini belum dikenal? "Segera setelah saya melihat fotonya, saya bisa langsung menebak kalau ikan itu termasuk jenis anglerfish (jenis ikan pemilik organ duri lentur berujung gumpalan daging sebagai penarik perhatian mangsa yang tumbuh didahinya)," kata Theodore W. Pietsch dari Universitas Washington di Seattle, Amerika Serikat.

Profesor ilmu ikan dan kehidupan bawah air yang telah menerbitkan 150 artikel ilmiah dan beberapa buku tentang anglerfish itu menunjuk sirip dada yang mirip sepasang tungkai. "Hanya keluarga anglerfish yang memiliki struktur mirip kaki, pengait, yang mereka gunakan untuk merangkak di dasar laut atau permukaan lainnya," ujarnya.

Meski begitu, wajahnya yang datar mau tak mau membuat Pietsch terbelalak. "Saya boleh bilang bahwa sepanjang 40 tahun saya mempelajari icthyologi (ilmu yang mempelajari struktur, klasifikasi, dan perilaku ikan-ikan) anglerfish, saya belum pernah melihat yang seperti ini," katanya.

Faktanya, Pietsch menambahkan, hampir seluruh ikan memiliki sepasang mata yang masing-masing berada di sisi kepala yang berbeda. Jarang yang memiliki sepasang mata dengan jarak pandang ke depan yang bisa saling tumpang-tindih seperti teropong, meski hanya beberapa derajat. Visi binokuler seperti yang dimiliki mata manusia itu memberi kelebihan mampu mengukur jarak dengan akurat.

Anglerfish dari Maluku ini juga ternyata tidak memiliki "pancingan" penjerat mangsa seperti anglerfish umumnya. "Saya tidak bisa melihat petunjuk adanya organ itu di dahinya," kata Pietsch.

David Hall, fotografer kekayaan alam bawah laut yang menyusul menyelam dan berhasil membuat foto anglerfish aneh itu, mengungkapkan kesaksiannya. "Ikan-ikan itu membenamkan dirinya di dalam celah dan pecahan karang untuk mencari makan," katanya.

Walhasil, Pietsch akhirnya jadi bingung juga. Setelah membanding-bandingkan, ia menunjuk pada sebuah genus bernama Histiophryne sebagai kerabat terdekat. "Tapi ini juga tidak mirip-mirip banget," katanya.

Pietsch lalu melanjutkan, "Secara umum, ini jelas tidak mirip dengan jenis-jenis dalam subordo antennarioid yang pernah saya lihat. Mungkin paling tepat untuk memasukkannya ke dalam sebuah genus baru dalam dunia pengetahuan."

Para ilmuwan kelautan sejauh ini sudah mendeskripsikan 18 marga dalam keluarga besar anglerfish di dunia. Kalau benar terjadi bahwa anglerfish temuan di Maluku menjadi marga ke-19, berarti temuan besar.

Soalnya, dalam 50 tahun terakhir ilmuwan hanya bisa mendeskripsikan lima jenis ikan baru. Tidak satu pun di antaranya yang bersinggungan, meski saudara jauh sekalipun, dengan anglerfish.

Tapi, tentu saja, untuk menggolongkannya sebagai jenis baru butuh kajian genetik dan pengujian lebih detail atas spesimen (tangkapan).

wuragil | universityofwashington | divingmaluku | sciencedaily

Dari Arsip Majalah TEMPO
Kini Muncul Apollo | 29 Oktober 1977
Mengejar Harimau Di Laut Dan Darat | 29 Oktober 1977
Mengejar Harimau Di Laut Dan Darat | 29 Oktober 1977
"Susu Maut" Di Kisaran | 24 September 1977
"Susu Maut" Di Kisaran | 24 September 1977
Aman Dari Pukat Harimau | 12 Agustus 1978
Berbau Amis | 16 Oktober 1976
Menangkap Ikan Dengan Satelit | 14 Januari 1984
Manajer Gratis | 13 April 1985
Dari Tuna Ke Udang | 23 Agustus 1986
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Hujan Berlebihan Turunkan Produksi Susu
Jurus Tai Chi Tangkal Diabetes
Terbang ke Bulan, Selamanya
Manchester atau Chelsea
Padang Garam di Mars
Anggaran Perikanan Budi Daya Rp 492,3 Miliar
Nyamuk Saba Kota
Ditemukan, Dunia Raksasa Bawah Laut Antartika
30 Perusahaan Tersangkut Paten
Semut Tak Suci-suci Amat
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk120597 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

GELIAT SANG JAWARA
Boker Hidup Lagi!
Menteri Kesehatan Tolak Undangan Komnas HAM
Pembantai Itu Hanya Diam
Pengunjung Ragunan Mencapai 80 Ribu Orang

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data