Hidup Kiri!
Jum'at, 11 April 2008 | 11:09 WIB
TEMPO Interaktif, : Lihat sekeliling Anda, berapa banyak orang kidal yang Anda kenal dibandingkan dengan orang yang menggunakan tangan kanan. Dunia memang didominasi pengguna tangan kanan. Orang kidal hanya sekitar 11 persen dari populasi dunia.
Padahal penelitian dari Universitas Purdue di Indiana, Amerika Serikat, membuktikan pada dasarnya semua makhluk hidup itu sebenarnya kidal. Paling tidak, begitulah kenyataannya dalam level molekul. Asam amino, blok bangunan pertama kehidupan, berorientasi kiri.
Dalam penelitian yang bisa menjelaskan hari-hari pertama sejarah evolusi, R. Graham Cooks dan timnya, yang terdiri atas para ahli biologi dan kimia, membuktikan 20 asam amino yang menyusun makhluk hidup memperlihatkan "orientasi kidal". Itu berarti molekul biologis dasar manusia sebenarnya memberikan arahan agar kita cenderung mengutamakan tangan kiri.
Dengan kata lain, penghuni-penghuni awal planet ini tak punya banyak pilihan kecuali menjadi kidal karena bergantung pada asam amino kiri.
Sebenarnya, asam amino dapat berorientasi baik ke kiri ataupun ke kanan dan memiliki properti kimiawi yang sama apa pun kecenderungannya. Tapi, dalam prosesnya, asam amino kanan lenyap dan makhluk hidup berevolusi menggunakan asam amino yang berorientasi kiri.
Para ilmuwan masih kesulitan mengenai penyebabnya, tapi tim dari Purdue percaya mereka telah menemukan jawabannya: sebuah asam amino yang disebut serine menetapkan standar orientasi ke kiri itu beribu-ribu tahun lalu. Semua molekul biologis pun terpaksa mengikuti standar tersebut. "Kami percaya serine adalah molekul biologis pertama yang menetapkan kecenderungan orientasi dualitas. Ini bisa jadi merupakan salah satu langkah awal evolusi kimiawi makhluk hidup," kata Cooks.
Profesor kimia analis dari fakultas ilmu pengetahuan alam itu menambahkan, serine kiri ternyata mampu membentuk cluster dengan ikatan kuat dan mampu menghubungkan asam amino yang berorientasi kidal lainnya.
Seperti buku dengan ribuan kata dapat ditulis ulang dengan hanya 26 aksara, ribuan protein pembentuk semua makhluk hidup dibangun oleh kombinasi yang berbeda dari 20 asam amino. Semua molekul memperlihatkan sifat kimiawi yang beragam, reaktivitas, dan daya larut dalam air, tapi hanya satu sifat yang kurang diketahui, yakni konsep dualitas.
Peganglah benda dengan tangan kiri di depan cermin, tapi yang terlihat adalah tangan kanan yang memegang benda tersebut. Itulah yang terjadi pada molekul, yang secara umum memiliki sifat yang sama dengan varian kirinya. Tapi serine, satu dari 20 asam amino, adalah molekul yang berbeda. "Kebanyakan asam amino dapat membentuk ikatan yang lemah dengan molekul lain apa pun orientasinya," kata Cooks. "Tapi serine lebih khusus: ia membentuk ikatan cluster yang kuat untuk tiap 8 molekul."
Cluster serine, yang disebut ocatmer itu, terdiri atas 8 molekul yang seluruhnya berorientasi kanan atau berorientasi kiri. Tak ada percampuran. Protein--biomolekul yang lebih besar--lantas mengikuti serine. Biomolekul lain, seperti gula, juga menunjukkan kecenderungan itu.
Selain pemilih, serine keras kepala dan loyal. Ketika terbentuk, octamer dapat membentuk ikatan yang kuat dengan asam amino lainnya dengan orientasi yang sama. Mereka juga dapat membentuk ikatan dengan gula yang memiliki orientasi berlawanan: octamer serine yang berorientasi kiri dapat membentuk ikatan dengan asam amino lain yang berorientasi kiri dan gula yang berorientasi kanan.
Ikatan ini ada kemungkinan terjadi pada tahap awal rangkaian sekuens kimiawi, yang pada akhirnya membentuk protein dalam beragam jenisnya. "Singkatnya, jika tak ada asam amino yang berorientasi kiri, yang berdisiplin dan keras kepala, tak ada "bangunan" makhluk hidup," katanya.
Kemampuan serine untuk membentuk ikatan yang kuat inilah yang memaksa asam amino lain menyusun diri. Cooks, yang dibantu dua orang pakar kimia, Sergio Nanita dan Zoltan Takats, menyatakan serine yang berorientasi kiri itu seperti tukang pukul dalam klub dansa molekul.
Ini menjelaskan mengapa seseorang bisa menjadi kidal. Tapi menimbulkan pertanyaan lain: mengapa serine yang berorientasi kiri itu dapat menjadi molekul yang kuat? Mengapa molekul kanan tak menjadi pemenang? Dan mengapa sekarang lebih banyak orang yang menggunakan tangan kanan daripada kiri?
Sayangnya, belum ada jawaban pasti atas semua pertanyaan itu. "Kami tak yakin apakah dominasi serine kidal pada awal periode kehidupan itu berlaku untuk selamanya," kata Cooks. "Kami menduga serine dapat mengubah kecenderungannya dalam kondisi yang ringan.
Cooks mengatakan, jika polarisasi yang terjadi tak kuat atau gerakan berputar dari air hadir, cluster bertangan kanan bisa jadi menjadi cluster kidal atau sebaliknya. "Ini dapat memicu reaksi prebiotik berganda ribuan tahun dan memicu evolusi yang berlangsung ribuan tahun," ujarnya.
Dia mengakui teori kontroversial ini tak dapat dibuktikan sepenuhnya. Cooks berjanji akan memprioritaskan usaha penelitian berikutnya pada apakah kondisi yang diperlukan hingga serine kidal itu dapat menjadi dominan. "Ada beberapa spekulasi di antara kami tentang mengapa kecenderungan kidal terjadi pada makhluk hidup," katanya. "Tapi tak ada kesamaan pandangan mengenai bagaimana hal itu terjadi dan bagaimana proses itu."
Amal Ihsan | livescience | innovations-report





