|
Padi
Senin, 14 April 2008 | 11:13 WIB
TEMPO Interaktif, : The heart of Asia, begitu bekas Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Jenderal Collin Powell pernah menyebut dalam buku biografinya, My American Journey. Pengalaman selama Perang Vietnam menyadarkannya, beras bukan hanya makanan pokok mayoritas masyarakat Asia, tapi juga penggerak seluruh aktivitas mereka. "Tanpa beras, masyarakat Asia akan kacau dan lumpuh," kata Powell.
Beras berasal dari padi yang tidak lain tanaman pangan domestikasi paling tua di dunia. Ada dua spesies dalam keluarga "rumput sejati" ini, yakni Oryza sativa dan Oryza glaberrima. Mereka tersebar dari Asia Timur, Tenggara, Selatan, hingga Afrika Tenggara.
Tanaman padi memang mirip ilalang, dengan tinggi mencapai 1-1,8 meter, tergantung varietas dan kesuburan tanah. Daun-daunnya halus dengan panjang 50-100 sentimeter dan lebar 2-2,5 cm. Bunga yang penyerbukannya dibantu angin diproduksi di cabang khusus. Biji yang dihasilkan, panjang 5-12 milimeter dan tebal 2-3 mm, itulah yang disebut beras.
Cara memasaknya dengan memanfaatkan kandungan air dalam beras dan memanaskannya dalam wadah tertutup. Selain memanaskannya dengan air, bisa juga beras dimasak dengan menurunkan tekanan udara dalam wadah tertutup. Rice cooker elektrik adalah alat masak beras yang sangat populer di Asia dan Amerika Latin.
Padi sangat cocok di negara dan daerah dengan jumlah buruh tani yang banyak dan curah hujan tinggi. Tanaman ini dapat ditanam nyaris di mana saja, bahkan di padang rumput atau pegunungan. Metode tradisional bercocok tanamnya adalah dengan membanjiri sawah setelah pembibitan. Metode ini dilakukan, selain mudah dan cepat, karena bisa mereduksi gangguan hama.
Ada banyak penelitian mengenai asal pertanian beras. Di Cina, penelitian membuktikan pertanian dimulai pada 5.000-4.500 sebelum Masehi. Di India lebih tua lagi, dimulai 6.000 sebelum Masehi.
Di Indonesia, berdasarkan inskripsi prasasti di Sulawesi, pertanian padi atau beras dimulai 3.000 sebelum Masehi. Relief candi Prambanan yang dibangun pada abad ke-9 lalu membuktikan adanya pembagian kerja pertanian padi antara laki-laki dan perempuan.
Gara-gara cocok tanam yang satu inilah, lanskap Indonesia berubah dalam 500 tahun terakhir. Anak-anak sekolah selalu menggambar pemandangan alam dengan hamparan sawah, bukan hutan atau lautan.
l AMAL IHSAN | BERBAGAI SUMBER
INDEKS BERITA LAINNYA :
|