Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Japanese  
Mandarin  
Apa Itu RSS?
   

Lembaga Eijkman Diharap Maksimalkan Penelitian Biomedis
Senin, 14 April 2008 | 15:16 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Mantan Presiden Habibie berharap lembaga Eijkman terus melakukan penelitian biologi molekuler untuk dapat dimanfaatkan hasilnya oleh masyarakat ataupun industri. "Dengan laboratorium yang canggih dan sumber daya peneliti yang berkualitas, keberadaan lembaga Eijkman diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan dari teknologi biologi molekuler," katanya ketika mengunjungi kantor lembaga Eijkman di Jakarta, Jumat lalu.

Sejak Maret lalu, lembaga Eijkman beralih ke bawah koordinasi Departemen Kesehatan setelah selama ini menjadi unit di bawah koordinasi Kementerian Negara Riset dan Teknologi. Dengan posisinya sekarang, Habibie yakin lembaga Eijkman akan dapat menunjukkan performa penelitian biomedis yang maksimal.

"Buktinya sudah banyak penelitian lembaga ini terhadap upaya memahami, mencegah, dan mengobati penyakit dengan penelitian dan teknologi biomolekuler, termasuk penelitian pengembangan vaksin bersama industri farmasi," katanya.

Lembaga Eijkman banyak membantu dalam perburuan identitas korban ataupun bom lewat ceceran darahnya. Namun, pekerjaan lembaga pemilik fasilitas laboratorium modern yang ditukangi 75 peneliti bukan cuma itu. Beberapa penelitian yang dilakukan Eijkman antara lain soal transduksi energi, penyakit dan penuaan, keragaman genom manusia, kelainan genetik sel darah merah, varian genetik, serta kekebalan terhadap malaria dan hepatitis.

Laboratorium yang mendukungnya antara lain laboratorium bioinformatika, fasilitas sekuensing DNA, laboratorium malaria dan sel darah merah, serta fasilitas Good Manufacturing Practice.

Lembaga Eijkman mulai berdiri kembali pada 1992. Institut dengan nama yang sama dan populer untuk riset obat-obatan tropisnya bubar pada 1960-an sebagai imbas beban ekonomi bangsa yang saat itu sangat berat.
l AMAL IHSAN


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Padi
Dari Perut Sapi ke Jagung
Hidup Kiri!
Gunung Berapi di Venus
Lampu Rem Pintar
Anglerfish Aneh
Hujan Berlebihan Turunkan Produksi Susu
Jurus Tai Chi Tangkal Diabetes
Terbang ke Bulan, Selamanya
Manchester atau Chelsea
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk121213 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

GELIAT SANG JAWARA
Boker Hidup Lagi!
Menteri Kesehatan Tolak Undangan Komnas HAM
Pembantai Itu Hanya Diam
Pengunjung Ragunan Mencapai 80 Ribu Orang

<< April,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data